Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Upaya melancarkan kembali arus lalu lintas dari Bireuen menuju Dataran Tinggi Gayo melalui jalur Bireuen–Takengon terus dilakukan.
Setelah jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Bireuen putus akibat banjir bandang pada akhir November 2025, kini pembangunan jembatan duplikasi Teupin Mane resmi dimulai.
Jembatan baru tersebut dirancang dengan konstruksi dua bentang, masing-masing sepanjang 80 meter, dengan tiang utama di bagian tengah.
Lokasinya berada di sisi timur jembatan rangka baja lama yang sebelumnya menjadi penghubung utama.
Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Ir Roy Rizali Anwar, ST, MT bersama sejumlah pejabat terkait, melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan pada Sabtu (28/2/2026).
Setiba di kawasan jembatan, tepatnya dekat Masjid Teupin Mane, rombongan singgah di posko pelaksana pekerjaan.
Baca juga: Jembatan Teupin Mane Dibuka, Akses Bireuen-Takengon Pulih, Kendaraan Bisa Melintas, Muatan 25 Ton
Di sana, Roy Rizali menerima penjelasan dari tim teknis dan BPJN Aceh mengenai denah serta rencana konstruksi jembatan.
Setelah itu, ia meninjau langsung progres pembangunan di lapangan dan berdialog dengan para pelaksana proyek.
Dalam keterangannya, Roy Rizali menyebutkan bahwa pekerjaan bore pile pada abutmen satu telah selesai.
Saat ini, tim sedang membangun jalan darurat untuk mobilisasi alat bore pile ke seberang sungai agar pekerjaan berikutnya dapat berjalan lancar.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan duplikasi Teupin Mane sudah mencapai progres 9,2 persen.
Jembatan ini memiliki total panjang bentang 160 meter (80 meter + 80 meter) dan ditargetkan selesai pada awal Agustus 2026.
Baca juga: Baut Lepas di Jembatan Teupin Mane lintasan Bireuen - Takengon Sudah Dipasang Kembali
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembangunan berlangsung intensif, dengan sejumlah alat berat dan pekerja yang terus beroperasi.
Kehadiran Dirjen Bina Marga memberikan dorongan semangat bagi tim pelaksana proyek.
Jembatan baru ini diharapkan mampu menggantikan fungsi jembatan lama yang rusak, sekaligus memperkuat konektivitas antara Bireuen dan wilayah Gayo.
Dengan adanya jembatan duplikasi, arus transportasi barang dan orang akan kembali lancar, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kedua wilayah.
Pembangunan Jembatan Teupin Mane menjadi salah satu proyek strategis pasca bencana banjir bandang yang sempat melumpuhkan jalur utama Bireuen–Takengon.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu agar masyarakat segera merasakan manfaatnya.
Baca juga: Anggota DPRA Irfansyah Tinjau Fungsional Jembatan Teupin Mane, Sebut Ini Hasil Kerja tanpa Henti
Jika sesuai target, pada Agustus 2026 jembatan baru sudah bisa digunakan, sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik kembali normal tanpa hambatan.(*)