Presiden Prabowo Siap Berangkat ke Teheran, Respons Cepat Serangan Rudal AS dan Israel
Noval Andriansyah March 01, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Di tengah gelombang serangan rudal Amerika Serikat dan Israel yang menghujam wilayah Iran, Indonesia mengambil langkah diplomasi paling berani.

Presiden Prabowo menyatakan kesiapan untuk bertolak ke Teheran, Iran.

Rencana tersebut tepat satu hari setelah Prabowo menginjakkan kaki kembali di Tanah Air usai kunjungan maraton 10 hari ke tiga negara.

Gelombang serangan rudal AS dan Israel, membombardir wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari.

Situasi kian kritis dengan laporan adanya serangan balasan rudal balistik Iran yang mulai menyasar wilayah Israel di hari yang sama.

Baca juga: Kediaman Pemimpin Tertinggi Iran di Teheran Hancur Total atas Serangan AS-Israel

Misi Nyali Tinggi: Jembatan Perdamaian di Tengah Hujan Rudal

Kepulangan Presiden Prabowo ke Jakarta pada Jumat (27/2/2026) pagi semula disambut euforia atas keberhasilan kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Yordania, dan UEA. 

Namun, suasana di Lanud Halim Perdanakusuma yang sempat diguyur hujan seolah menandakan agenda strategis yang lebih besar tengah menanti sang Kepala Negara.

Pemerintah Indonesia secara resmi menyesalkan kegagalan perundingan internasional yang memicu hujan rudal ini.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap perdamaian dunia, Indonesia menawarkan solusi tingkat tinggi melalui mediasi kepresidenan secara langsung.

"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Republik Indonesia menyatakan kesediaannya untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi langsung," tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Langkah ini mempertegas posisi Indonesia sebagai "Jembatan Perdamaian" yang konsisten mengedepankan dialog di atas kekuatan senjata dan menghormati kedaulatan tiap negara.

Instruksi Darurat: 4 Langkah Mitigasi WNI

Menyusul situasi yang kian tak menentu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) langsung mengeluarkan imbauan darurat bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak.

Pemerintah meminta WNI untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi namun tetap tenang.

Berikut instruksi resmi mitigasi bagi WNI di Iran dan sekitarnya:

  • Pantau Otoritas: Wajib mengikuti setiap instruksi keamanan dan jalur evakuasi dari otoritas setempat.
  • Komunikasi Intensif: Pastikan nomor kontak aktif dan selalu terhubung dengan KBRI Teheran.
  • Hindari Objek Vital: Menjauh dari lokasi strategis yang berpotensi menjadi target serangan susulan.
  • Lapor Diri: Segera akses portal Peduli WNI secara daring untuk memudahkan pendataan evakuasi darurat.

Catatan Diplomasi: Jejak Strategis Sebelum Krisis

Sebelum krisis Iran meledak, Presiden Prabowo baru saja mengantongi sejumlah komitmen strategis dari kunjungannya:

  • Amerika Serikat: Pertemuan dengan Donald Trump untuk perjanjian dagang dan penguatan stabilitas Gaza melalui Board of Peace (BoP).
  • Yordania: Koordinasi kuat dengan Raja Abdullah II guna mewujudkan komitmen perdamaian Palestina.
  • Uni Emirat Arab: Sambutan kehormatan dari 7 pimpinan Emirat di Abu Dhabi untuk kemitraan energi dan investasi masa depan.
  • Kini, dengan stabilitas ekonomi dunia yang terancam akibat gangguan logistik global di Timur Tengah, mata dunia tertuju pada Jakarta.

Apakah misi mediasi kilat Presiden Prabowo ke Teheran mampu meredam pecahnya perang yang lebih besar?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.