TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Festival Ramadhan di Masjid Syajarotun Thoyyibah, kompleks DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026), berlangsung khidmat dan sarat makna edukatif.
Salah satu magnet utama kegiatan ini adalah program Pesantren Ramadhan yang digelar selama 28 hari penuh.
Kegiatan ini diikuti sekitar 350 peserta didik tingkat SD hingga SMP yang antusias mendalami ilmu agama dan karakter.
Tak main-main, program ini melibatkan 17 tenaga pengajar dari berbagai perguruan tinggi Islam dan umum ternama, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PTIQ Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), serta Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sri Suparni Bahlil Lahadalia (istri Menteri ESDM), Sekjen Partai Golkar Sarmuji, serta Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian bersama jajaran Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Suparni menegaskan bahwa masjid harus bertransformasi menjadi pusat peradaban, literasi keagamaan, dan pembentukan karakter generasi muda.
Ia menilai langkah ini adalah jawaban atas tantangan zaman yang semakin kompleks bagi anak-anak.
“Pesantren Ramadhan ini merupakan ikhtiar konkret dalam membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial,” ujar Sri Suparni dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (28/2/2026).
Senada dengan hal itu, Hetifah Sjaifudian menambahkan bahwa program ini sangat relevan dengan agenda pembangunan SDM unggul dan berdaya saing.
Menurutnya, keberhasilan program ini terletak pada kemampuannya memadukan nilai spiritual, kebangsaan, dan kecakapan sosial secara sekaligus.
Baca juga: Imlek di Tengah Ramadan: Saat Gemuruh Beduk dan Barongsai Bertemu di Terowongan Silaturahmi
Festival Ramadhan ini ditutup dengan sesi buka puasa bersama yang hangat antar pengurus, pengajar, dan para santri kilat.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat peran masjid.
Bukan sekadar tempat ibadah, Masjid Syajarotun Thoyyibah diproyeksikan terus konsisten menjadi pusat dakwah, pendidikan, hingga wadah pemberdayaan umat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.