TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kecelakaan beruntun yang melibatkan armada taksi listrik dan empat kendaraan besar terjadi di Jalan Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026) sore. Insiden ini sempat memicu kemacetan panjang lantaran terjadi tepat di tengah kepadatan arus lalu lintas jam pulang kantor.
Kecelakaan yang melibatkan taksi listrik dari operator Xanh SM ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB hingga 17.30 WIB, tepatnya di depan Dealer Isuzu dekat Halte Transjakarta Pasar Baru Timur.
Berdasarkan data kepolisian, kecelakaan bermula saat armada taksi listrik berwarna hijau dengan nomor polisi B-2932-SCX yang dikemudikan oleh pria berinisial SI melaju dari arah Utara menuju Selatan.
Sesampainya di titik kejadian, taksi tersebut diduga kehilangan kendali hingga memicu benturan berantai yang melibatkan empat kendaraan lain di depannya.
Kendaraan yang menjadi korban hantaman tersebut mencakup berbagai jenis, mulai dari kendaraan pribadi hingga angkutan barang.
Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Sumarno, mengonfirmasi bahwa total ada lima kendaraan yang terlibat dalam insiden ini.
"Kendaraan yang terlibat adalah satu unit taksi listrik, satu truk, satu angkutan kota (angkot), satu mobil pribadi, dan satu sepeda motor," ujar AKP Sumarno saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2/2026).
Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan materiil yang cukup signifikan. Taksi listrik Xanh SM mengalami kerusakan paling parah pada bagian bodi depan yang ringsek setelah menghantam deretan kendaraan di depannya secara berturut-turut.
Adapun rincian kendaraan yang terdampak adalah truk, sepeda motor (B-4763-KAX) yang dikendarai AH, angkot M-12 (B-1152-WT) yang dikemudikan ND, serta minibus Toyota Zenix (B-1553-HKS) yang dikendarai MH.
Meski melibatkan banyak kendaraan, AKP Sumarno memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Korban meninggal dunia nihil. Pengendara motor (AH) dilaporkan hanya mengalami luka ringan, meski sepeda motornya mengalami kerusakan cukup parah di bagian body depan dan belakang," jelas Sumarno.
Baca juga: Viral Wanita Diadang Kelompok Orang Diduga Debt Collector di Cengkareng, Polisi: Cuma Miskomunikasi
Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi guna memastikan penyebab pasti hilangnya kendali pada taksi listrik tersebut.
Namun, AKP Sumarno menyatakan bahwa kasus kecelakaan beruntun ini tidak akan berlanjut ke ranah hukum.
Hal ini dikarenakan seluruh pihak yang terlibat telah sepakat untuk menempuh jalan damai.
"Kejadian ini diselesaikan secara musyawarah antarpihak yang terlibat untuk penyelesaian kerugian materiil," pungkasnya.