Aldi Satya Mahendra Comeback Podium Pertama World Supersport Sambil Tahan Rasa Sakit, Mimpi Jangka Panjang Tembus Moto2 dan MotoGP
Delia Mustikasari March 01, 2026 12:33 AM

DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT.COM
Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia, Aldi Satya Mahendra, yang mencetak sejarah pada World Supersport 2026 di kelas WSPP 300 di podium 2 seri Australia di Sirkuit Phillip Island, 22 Februari di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

BOLASPORT.COM - Pembalap Yamaha Racing Indonesia, Aldi Satya Mahendra, mencetak sejarah pada World Supersport 2026 dengan finis kedua pada seri perdana yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island, Australia.

Momen spektakuler di arena pertarungan balap dunia itu terukir dari hasil race 2 World Supersport, Minggu 22 Februari 2026.

Menggeber Yamaha YZF-R9, Aldi finis ke-2 sehingga menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium pada World Supersport. Sebelumnya Aldi menjadi Juara Dunia World Supersport 300 pada 2024 ini menggunakan motor Yamaha YZF-R3

Torehan itu dicapainya dari start urutan ke-28 atau paling belakang, langsung melesat ke posisi depan setelah 4 tikungan lap pertama, bahkan sempat memimpin balapan.

Hasil mengagumkan itu mempertajam hasil dalam rangkaian round 1 ini, dimana sebelumnya dari race 1 Sabtu 21 Februari 2026, Aldi berada di urutan ke-13 yang memberikannya 3 poin setelah mengawali balapan dari posisi ke-28.

"Pastinya di seri kemarin, saya berpikir bagaimana caranya untuk tetap fokus di kondisi yang kemarin itu, gampang-gampang susah," kata Aldi kepada media, termasuk BolaSport.com di sela peluncuran tim Yamaha Indonesia di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

"Memang saat warm-up (pemanasan) saya bisa buat membaca sirkuitnya bagaimana dan saya melihat sirkuit kemarin itu cepat keringnya dan kebetulan sudah tidak hujan."

"Saat saya coba warm-up dua lap itu saya melihat ada kesempatan untuk menggunakan ban slick dan saat saya restart, saya mencoba bertanaya ke tim untuk mengganti ban slick dan Alhamdulillah begitu dua lap langsung, lintasannya langsung benar-benar kering."

Hasil ini menjadi bekal pembalap 19 tahun itu menghadapi seri berikutnya yang akan berlangsung di Sirkuit Algarve, Portugal, 27-29 Maret.

"Hasil kemarin tentunya membuat saya jadi percaya diri untuk seri berikutnya. Insha Allah saya bisa berjuang lagi dan bisa mendapat hasil lebih baik lagi di seri-seri berikutnya," ucap Aldi.

"Pastinya akan selalu berusaha lagi bagaimana mendapat hasil kualifikasi bagus dulu karena selama ini biasanya saya dapat hasil kualifikasi jelek, di belakang. Jadi, terkadang kesulitan recovery ke depan lagi."

Aldi yang memasuki musim kedua pada balapan World Supersport 300 itu menjelaskan penyesuainnya dengan motor.

"Kalau soal motor sama saja. Mungkin karena tim juga masih baru dan mereka butuh data banyak. Jadi, saya harus bekerja memberi umpan balik yang baik untuk mereka," ucap Aldi.

"Tentunya di regulasi baru ini Yamaha mendapat sedikit potongan RPM yaitu 300 RPM yang membuat sedikit kewalahan di trek lurus."

Salag satu regualsi baru yaitu soal limit/batas atas maksimum kitiran RPM mesin  hanya diberikan kepada KTM RC390/R dan Yamaha YZF-R3. Yamaha R3 memperoleh kelonggaran RPM sebesar 300 rpm dibandingkan musim 2020

"Tentunya pada tahun pertama kemarin, saya masih kesulitan mengendalikan motor karena saya naik dari 300 ke 900cc itu bukan hal yang mudah dan juga fisik saya tahun kemarin masih bisa dibilang jelek," aku Aldi.

"Tahun ini, saya masih merasakan kurang juga. Tetapi, lebih baik dari tahun kemarin dan saya juga sudah lebih baik mengendalikan motor."

Musim ini Aldi bergabung dengan AS Racing yang merupakan tim asal Italia. Ini adalah tim berpengalaman lebih dari satu dekade berkompetisi pada World Supersport dan World Superbike dengan sejumlah pencapaian podium dan kemenangan balapan.

Atlet asal DI Yogyakarta ini juga ternyata menahan rasa sakit di tangan kanannya yang mengalami retak kecil sehingga terpaksa menahan rasa sakit.

"Pastinya semua rider itu punya masalah sendiri, mungkin cedera yang lain. Tetapi, bagi saya kemarin bagaimana caranya buat tidak memikirkan rasa sakit itu dan bagaimana cara buat mengakalinya dengan mencari posisi lain untuk mengatasi rasa sakitnya."

"Kalau motor kurang lebih sama, tetapi kekuatan mental harus ditambah lagi. Kemenangan saya juga didukung kehadiran Mama dan pacar saya untuk pertama kalinya ke venue balapan.Tentunya itu menjadi motivasi."

Pembalap yang menjuluki dirinya dengan El Dablek yang tampak seperti plesetan julukan Fabio Quartararo, El Diablo juga mengungkapkan asal mula sebutan tersebut.

"El Dablek itu saya merasa dulu saya dipanggil ndablek karena saya kalau dikasih tahu suka tidak mendengarkan. Saya selalu ikuti apa kata saya. Pokoknya gas ajalah," kata Aldi sambil tersenyum.

"Target tahun ini saya tahun ini berusaha meraih podium dan bisa di top 7. Kalau untuk target jangka panjang, Insha Allah kalau saya mampu, ingin mengikuti Moto2 dan tidak tahu nanti lihat kedepannya dan mengincar MotoGP/

"Tentunya semua rider kuat, tetapi tahun ini saya fokus kepada diri saya. Bagaimana caranya lebih baik dari hari ke hari. Maret saya akan berangkat lagi."

"Tantanganya, tentu dari segi mental karena suasana disana yang berbeda dengan Indonesia dari cuaca, dingin, panas, hujan. Hal ini juga ketika menghadapi orang luar Indonesia tentunya berbeda."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.