Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Penyebab kebakaran yang melanda Hotel Grand Anugerah Express di Bandar Lampung, pada Sabtu (28/2/2026) pagi, diduga akibat aktivitas di dapur.
Api diduga berasal dari aktivitas staf dapur yang memanaskan minyak terlalu lama hingga mencapai titik api (overheat).
Api kemudian menyambar minyak dan membesar, menjalar ke bagian plafon serta menghanguskan sejumlah peralatan dapur.
Menurut keterangan Ardan, staf bagian Bar dan Kitchen hotel tersebut, api dengan cepat membesar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas.
Akibat kebakaran tersebut, satu orang menjadi korban, hingga harus mendapat perawatan.
Baca juga: Wanita Muda Nekat Lompat dari Lantai 2 saat Hotel di Bandar Lampung Kebakaran
Kebakaran tersebut memicu kepanikan tamu hotel, sehingga seorang wanita muda nekat melompat dari lantai dua saat api membesar dan mulai munculnya asap pekat.
Atas peristiwa itu, wanita usia 22 tahun bernama Dwi Andini Pramesti harus menderita luka di bagian pelipis. Sementara kakinya terkilir.
Hal itu diungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Anthoni, Dwi Andini, pengunjung hotel, dilarikan ke RS Bumi Waras Bandar Lampung guna mendapat perawatan intensif.
Tak cuma Dwi Andini, tambah Anthoni, seorang petugas keamanan hotel juga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.
Diduga petugas keamanan hotel bernama Piantoko (39) mengalami sesak napas akibat kehabisan oksigen saat membantu proses evakuasi tamu.
Kebakaran itu terjadi Hotel Grand Anugerah Express yang berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga yang datang langsung ke Damkarmat Mako Tendean pada pukul 05.54 WIB.
Damkarmat langsung mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
"Unit pertama keluar pukul 05.55 WIB dan tiba di lokasi pada menit yang sama. Response time satu menit," ujar Anthoni.
Adapun lima unit yang dikerahkan yakni RAN Banteng 011, RAN Macan 021, RAN Supply 022, RAN Rajawali 01, serta satu unit Rescue dari Mako Tendean.
Sebanyak 20 personel diterjunkan dalam proses pemadaman. Kebakaran ternyata terjadi di area dapur hotel dengan luas terbakar sekitar 4x6 meter.
Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 06.55 WIB setelah petugas menghabiskan empat tangki air dan menggunakan sejumlah peralatan bantu, di antaranya empat SCBA, satu unit hexos, dan satu genset.
Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 5 juta. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih akan ditangani lebih lanjut oleh pihak berwajib.
Petugas memastikan situasi telah aman dan mengimbau pengelola usaha, khususnya di sektor perhotelan dan kuliner, untuk lebih memperhatikan standar keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa terulang.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )