Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Rumah Makan Joglo Watu, Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (28/2/2026).
Sejak sore hari, sejumlah tokoh Puakhi Punsu Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Skala Brak sibuk menyambut para tamu yang hadir untuk membersamai acara buka puasa bersama atau bukber.
Puakhi Punsu merupakan julukan gelar adat yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang telah diangkat sebagai saudara oleh Kepaksian Pernong Skala Brak.
Buka puasa bersama atau bukber ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus wujud nyata komitmen Puakhi Punsu dalam merawat tali persaudaraan.
Acara yang bertujuan merawat tradisi dan mempererat silaturahmi ini terasa istimewa dengan kehadiran langsung Paduka Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau (PYM SPDB) Brigjen Pol (Purn) Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Kerajaan Adat Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23.
Baca juga: Edward Syah Pernong Hadiri Deklarasi Relawan Ganjar Mahfud di Lampung Timur
Dalam sambutannya, Pangeran Edward Syah Pernong menekankan bahwa acara ini merupakan implementasi nyata dari upaya merawat nilai-nilai kebangsaan dan menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
"Buka puasa bersama ini menunjukkan kedekatan, menunjukkan kesatuan, menunjukkan nilai-nilai yang harus dirawat dan dijaga," ujar Edward Syah Pernong.
"Negara Indonesia ini negara yang sangat besar dan rentan untuk pecah, tapi sampai sekarang kita masih kokoh karena adanya kehendak dan kekuatan kita untuk tetap bersatu," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menciptakan kedekatan fisik dan emosional untuk mencapai persatuan, serta mengutip filosofi harmoni yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kata-kata.
"Di Lampung ini kita harus saling menghidupkan, tidak boleh kita menyudutkan orang lain atau mematikan kartu orang lain," pungkasnya.
Koordinator Puakhi Punsu Bandar Lampung, Rusli Taslim bergelar Radin Cahaya Marga, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keharmonisan dan persaudaraan.
"Kami mengadakan buka puasa bersama dengan skala besar ini sebagai wujud dari persaudaraan kami yang diikat sejak tahun 2015. Kita menjalin hubungan supaya persaudaraan ini jangan sampai seolah-olah hanya simbol belaka, kalau hanya simbol kan artinya mubazir," ujar Rusli Taslim.
Rusli menambahkan, hubungan ini dibangun untuk menunjukkan kerukunan dengan sesama umat beragama maupun dari suku yang berbeda.
"Harapan saya, kita tetap menjaga hubungan dan membangun kerukunan supaya ini bertahan sampai anak cucu, seumur hidup, supaya persaudaraan ini tetap terjaga," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Perusahaan Tribun Lampung, Erniwaty Madjaga, yang akrab disapa Ninie, mengapresiasi buka puasa bersama yang diselenggarakan Puakhi Punsu Kepaksian Pernong.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena momen seperti ini sangat penting untuk mempererat silaturahmi antar elemen masyarakat. Ini adalah contoh nyata bagaimana adat bisa menjadi perekat bangsa," ujar Erniwaty Madjaga di lokasi acara.
Ninie berharap, semangat keharmonisan dan persatuan yang dibangun dalam acara ini terus terjaga tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, dan golongan.
Hadir pula dalam acara tersebut Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam Lampung, Brigjen TNI Haryantana, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Kepaksian Pernong dan jajaran Puakhi Punsu dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Danrem Haryantana menilai Lampung sebagai wilayah yang sangat guyub dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Hadir pula Dandim 0410/KBL Letkol Arm Roni Hermawan. Ia yang juga merupakan bagian dari keluarga puakhi punsu (saudara bungsu) dengan gelar Radin Patria Arya Yuda.
Pangeran Edward Syah Pernong menegaskan makna gelar tersebut sebagai pemimpin atau bangsawan mulia yang memiliki jiwa ksatria (pejuang) dalam membela tanah air dan negaranya.
Acara semakin bermakna dengan kehadiran puluhan Puakhi Punsu (Saudara Bungsu) dari keluarga besar Tionghoa Lampung serta sejumlah tokoh adat Kepaksian Pernong yang mempertegas bahwa keberagaman adalah kekuatan.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)