TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Pemerintah resmi membatasi operasional truk sumbu tiga atau lebih (tronton) selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026.
Penegasan itu disampaikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, saat kunjungan di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (28/2/2026).
“Secara nasional kita sudah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama mengenai pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas,” ujar Dudy.
Berlaku Nasional, 13–29 Maret
Pembatasan tersebut berlaku mulai 13 hingga 29 Maret 2026.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Tujuannya untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan risiko kecelakaan selama periode mudik, ketika volume kendaraan pribadi meningkat signifikan.
Secara nasional, arus mudik Lebaran diprediksi kembali menembus angka ratusan juta pergerakan orang, dengan mayoritas menggunakan jalur darat.
Kondisi ini membuat keberadaan truk bertonase besar berpotensi memperlambat arus dan meningkatkan potensi fatalitas kecelakaan.
Ada Pengecualian
Meski dibatasi, pemerintah tetap memberi pengecualian untuk kendaraan logistik tertentu.
“Yang boleh berjalan adalah kendaraan besar pengangkut BBM, bahan penanganan bencana, dan sembako. Itu sudah kita atur dalam SKB,” jelas Dudy.
Distribusi bahan bakar minyak (BBM), bahan pokok, hingga logistik darurat tetap dijamin agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah terpencil.
Dishub Sulsel Siapkan Edaran
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, menyatakan segera berkoordinasi dengan jajaran internal serta pelaku usaha angkutan barang.
“Sementara kami siapkan edaran pembatasan tonase untuk disampaikan ke perusahaan otobus dan pelaku usaha agar dipatuhi,” ujarnya.
Dishub Sulsel juga akan melakukan pengawasan di lapangan bersama kepolisian dan instansi terkait.
Mitigasi Kemacetan dan Kecelakaan
Keberadaan truk sumbu tiga di jalur mudik kerap menjadi salah satu pemicu kepadatan, terutama di ruas jalan nasional dan jalur lintas provinsi.
Dengan pembatasan ini, pemerintah berharap arus kendaraan pribadi, bus, dan angkutan penumpang lainnya dapat bergerak lebih lancar.
“Harapannya, dengan berkurangnya kendaraan sumbu tiga ke atas di jalan, masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan relatif lebih aman dan nyaman,” tutup Dudy.
Profil Biodata Dudy Purwagandhi
Berikut adalah profil lengkap Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia di Kabinet Merah Putih era Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka:
Nama lengkap: Dudy Purwagandhi
Tempat & tanggal lahir: Manado, Sulawesi Utara, 23 September 1970
Usia: 56 tahun
Pendidikan: Sarjana Hukum, Universitas Trisakti (1995)
Partai politik: PAN (sejak 2024)
Jejak Karier Dudy Purwagandhi
Dudy memiliki latar belakang kuat di sektor transportasi dan bisnis.
Karier:
1997–2004: Staff Assistant BOD, PT Tri Usaha Bhakti Truba
2004–2007: GA Department Head, PT Tri Usaha Bhakti
2007–2008: Internal Audit, PT Dua Samudera Perkasa
2008–2009: Direktur, PT Jhonlin Air Transport & PT Jhonlin Marine Trans
2009–2011: Direktur, PT Dua Samudera Perkasa
2011–2020: Direktur, Seacons Trading Limited (Singapura)
2015–2019: Komisaris, PT Satui Terminal Utama
2018–2019: Staf Khusus Menteri PAN-RB
2019: Wakil Bendahara III, Tim Kampanye Nasional Jokowi–Ma’ruf Amin
2020–2024: Komisaris, PT PLN (Persero)1
Dekat dengan Dunia Usaha
Dudy diangkat sebagai Menteri Perhubungan ke-33 pada 21 Oktober 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Budi Karya Sumadi.
Ia dikenal sebagai sosok yang pragmatis dan dekat dengan dunia usaha, terutama sektor transportasi udara dan laut.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews, Dudy Purwagandhi dikenal sebagai politisi dan birokrat.
Pria Kelahiran Manado, Sulawesi Utara pada 23 September 1970 itu memiliki rekam jejak karier yang mentereng.
Saat ini, ia menjabat sebagai Menteri Perhubungan RI periode 2024-2029.
Dudy Purwagandhi mengawali karier sebagai Staff Assistant BOD PT Tri Usaha Bhakti Truba dari 1997 hingga 2004.
Kemudian ia ditunjuk sebagai GA Department Head di perusahaan yang sama pada 2004 hingga 2007.
Dudy juga pernah menjadi Internal Audit di PT Dua Samudera Perkasa dari 2007 sampai 2008.
Riwayat Pendidikan
Dudy Purwagandhi merupakan lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Tri Sakti, Jakarta pada tahun 1995. (*)