TRIBUNKALTENG.COM - Media Iran menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara pada hari Sabtu, menandai berakhirnya lebih dari tiga dekade kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei di Republik Islam.
Bahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim, ada tanda-tanda Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan terhadap kompleks kediamannya di Teheran.
Baca juga: Jadwal Bali Kena Dampak AS-Iran, 57 Penerbangan India Batal Waspada Wilayah Udara Irak dan Israel
Baca juga: Kondisi Hotel di Dubai, Rudal Iran Meluncur ke Militer AS di Qatar, Bahrain, Yordania dan Kuwait
Serangan pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat itu menjadi bagian dari operasi gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Netanyahu menyebut kompleks kediaman Khamenei hancur akibat serangan tersebut.
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman Ali Khamenei hancur di jantung Teheran," kata Netanyahu, dikutip Tribunkalteng.com dari Kompas, Minggu 1 Maret 2026.
Netanyahu juga menyatakan, terdapat indikasi kuat bahwa pria berusia 86 tahun itu telah tiada.
Sumber media internasional, laporan menunjukkan bahwa situs-situs di seluruh Iran terkena serangan, termasuk lokasi di Teheran, Karaj, Tabriz, Kermanshah, Khorramabad, Bushehr, Qom, Isfahan, Chabahar, dan Konarak.
Rekaman yang beredar di X menunjukkan apa yang tampak seperti lebih dari 21 rudal jelajah Tomahawk melintasi wilayah udara Iran.
Video tambahan di media sosial tampaknya menggambarkan drone Reaper yang beroperasi di atas Shiraz di Provinsi Fars, yang dilaporkan mendahului lebih dari 20 ledakan.
Klip lain menunjukkan serangan di Tabriz dekat Universitas Teknologi Sahand.
Sosok pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut citra satelit dari Airbus Defence and Space yang diperoleh New York Times, kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran hancur total akibat serangan Angkatan Udara Israel pagi ini.
SOSOK
Ayatollah Ali Khamenei memiliki nama lengkap Ali Hosseini Khamenei.
Saat ini Ayatollah Ali Khamenei berusia 86 tahun.
Ayatollah Ali Khamenei lahir pada lahir 19 April 1939.
Ia juga dikenal sebagai seorang ulama dan politikus.
Ayatollah Ali Khamenei adalah Pemimpin Tertinggi Iran.
Ayatollah Ali Khamenei menjabat posisi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989.
Hal tersebut membuat, Ayatollah Ali Khamenei kepala negara dengan masa jabatan terlama di Timur Tengah dan pemimpin Iran dengan masa jabatan terlama kedua pada abad ke-20 dan ke-21, setelah Shah Mohammad Reza Pahlavi.
Kehidupan Pribadi
Ayahnya adalah seorang Alim dan Mujtahid.
Ayah Ali Khamenei diketahui seorang etnis Azerbaijan dari Khamaneh, sementara ibunya adalah seorang etnis Persia dari Yazd .
Sang ibu merupakan putri Hashem Mirdamadi.
Leluhur Khamenei adalah Sayyid Hossein Tafreshi, keturunan Sayyid Aftasi yang diperkirakan sampai ke Sultan ul-Ulama Ahmad, yang dikenal sebagai Sultan Sayyid, cucu dari Imam Syiah keempat, Ali al-Sajjad .
Ayatollah Ali Khamenei adalah anak kedua dari 8 bersaudara.
Pendidikan
Ayatollah Ali Khamenei memulai pendidikan di usia empat tahun.
Ia mempelajari Al-Quran di Maktab.
Kemudian, Ayatollah Ali Khamenei menghabiskan tingkat dasar dan lanjutan studi seminari di hawza Mashhad, di bawah mentor seperti Sheikh Hashem Qazvini dan Ayatollah Milani.
Kemudian di tahun 1957, Ayatollah Ali Khamenei pergi ke Najaf.
Namun ia segera kembali ke Mashhad karena ayahnya tidak mengizinkannya tinggal di sana.
Pada tahun 1958, Ayatollah Ali Khamenei menetap di Qom.
Di sanalah Ayatollah Ali Khamenei menghadiri kelas-kelas Seyyed Hossein Borujerdi dan Ruhollah Khomeini .
Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan jauh lebih terlibat dengan politik ketimbang beasiswa agama.
(Tribunkalteng.com/kompas)