3 Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadhan Salah Satunya Sahur, Saat Pintu Langit Terbuka Lebar
Sarah Elnyora Rumaropen March 01, 2026 06:00 AM

SURYAMALANG.COM, - Ramadhan 1447 H/2026 M bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah "madrasah spiritual" yang memberikan akses komunikasi eksklusif antara hamba dan Sang Pencipta. 

Di bulan penuh keberkahan ini, setiap detik yang dilalui orang berpuasa menyimpan kekuatan luar biasa, di mana doa seorang mukmin lebih mudah "menembus" langit.

Namun, di antara sekian banyak waktu, ada tiga momen emas yang dijanjikan Rasulullah SAW sebagai waktu mustajab di mana doa tak akan tertolak.

Memahami kapan waktu terbaik ini dan bagaimana adab yang benar dalam meminta adalah kunci utama untuk meraih mukjizat di bulan suci ini.

Esensi Doa sebagai Kunci Keberkahan Ramadan

Sebagaimana disarikan dari ulasan di laman NU Online Lampung, memahami esensi doa di bulan Ramadhan adalah kunci untuk meraih keberkahan yang maksimal.

Keistimewaan doa di bulan ini didasarkan pada kondisi spiritual seseorang yang sedang berpuasa.

Baca juga: Doa 10 Hari Kedua Ramadhan 1447 H dan 4 Amalan Penghapus Dosa di Fase Maghfirah

Ketika seseorang berpuasa, ia berada dalam kondisi ketundukan penuh kepada Allah SWT; nafsu ditekan, sementara ruhani diperkuat.

Rasulullah SAW dalam berbagai hadits pun menegaskan doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak.

Peluang emas ini seharusnya tidak dilewatkan begitu saja. Ramadhan adalah momentum di mana pintu-pintu langit dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

Atmosfer spiritual yang bersih inilah yang membuat getaran doa seorang mukmin lebih mudah "menembus" langit.

Tiga Waktu Utama Doa Mustajabah

Mengutip baznas.go.id, berdasarkan tuntunan agama, setidaknya ada tiga waktu utama di bulan Ramadhan dimana doa memiliki probabilitas tinggi untuk dikabulkan:

1. Waktu Sahur dan Sepertiga Malam Terakhir

Saat sebagian besar dunia terlelap, mereka yang bangun untuk bersahur berada dalam waktu yang sangat mulia.

Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri."

2. Sepanjang Waktu Berpuasa

Mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, setiap detik yang dilalui orang berpuasa adalah waktu mustajabah.

Hal ini menunjukkan aktivitas harian yang dibarengi dengan dzikir dan doa ringan sangatlah bernilai.

3. Saat Menjelang Berbuka Puasa

 Inilah puncak dari perjuangan seharian.

Baca juga: Bacaan Doa Pagi dan Petang Paling Utama Ramadhan 1447 H: Pahala Tak Terkira di Hari Kiamat

Menjelang berbuka, hati seseorang biasanya berada dalam kondisi paling lembut dan tulus.

Rasulullah SAW bersabda bahwa bagi orang yang berpuasa, ada doa yang tidak tertolak saat ia berbuka.

Adab Berdoa Agar Layak Diterima

Namun, doa bukan sekadar rangkaian kata.

Ada adab yang harus diperhatikan agar permohonan kita layak diterima di sisi Allah SWT:

- Keikhlasan:

Berdoa harus didasari keyakinan penuh bahwa hanya Allah yang mampu memberi. Keraguan dalam berdoa adalah penghalang utama terkabulnya hajat.

- Memperhatikan Kehalalan:

Seorang mukmin harus memastikan bahwa apa yang masuk ke dalam tubuhnya berasal dari sumber yang halal.

Bagaimana mungkin doa dikabulkan jika pakaian dan makanan yang dikonsumsi berasal dari cara yang batil?

Ramadan melatih kita untuk meninggalkan yang halal (saat siang hari) agar kita terbiasa meninggalkan yang haram selamanya.

- Memulai dengan Pujian dan Shalawat:

Jangan terburu-buru meminta.

Awali doa dengan memuji keagungan Allah (Tahmid) dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai etika berkomunikasi dengan Sang Khalik.

Menjadikan Doa sebagai Senjata Pengubah Hidup

Sering kali, kita terjebak berdoa hanya untuk urusan materi atau duniawi semata.

Padahal, Ramadan mengajarkan kita untuk visioner.

Doakanlah keampunan dosa, ketetapan iman, dan keselamatan di akhirat.

Mintalah agar kita dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana takdir setahun ke depan dituliskan dengan penuh keberkahan.

Doa adalah senjatanya orang mukmin (mukhul ibadah).

Baca juga: Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Saat Ramadhan: Niat, Tata Cara, hingga Waktu Pelaksanaannya

Di bulan Ramadan, senjata ini menjadi berkali-kali lipat lebih tajam.

Dengan memahami waktu-waktu mustajabah dan menjaga adab-adabnya, kita tidak hanya sekadar melewati Ramadan dengan ritual menahan lapar, tetapi menjadikannya jembatan untuk mengubah garis hidup kita menjadi lebih baik melalui kekuatan doa.

Mari kita manfaatkan sisa hari-hari di bulan suci ini untuk memperbanyak rintihan doa di hadapan Allah.

Sebab, boleh jadi satu doa tulus yang kita panjatkan di sela-sela rasa haus dan lapar kita hari ini, adalah jawaban bagi kebahagiaan kita di masa depan dan keselamatan kita di akhirat kelak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.