TRIBUNNEWS.COM - Inter Milan nampaknya tak ingin terus larut dalam kesedihan selepas tersingkir dari Liga Champions.
Skuad Nerazzurri langsung membalaskan rasa pahit itu saat bertanding di pekan 27 Liga Italia, Minggu (1/3/2026) dini hari, melawan Genoa di San Siro.
Inter Milan berhasil mengalahkan tim arahan Daniele De Rossi itu dengan skor 2-0.
Federico Dimarco dan Hakan Calhanoglu menjadi penentu kemenangan Inter di laga ini.
Baca juga: Update Klasemen Liga Italia: Obati Luka UCL, Inter Milan Kedinginan di Puncak Usai Gulung Genoa
Gol voli spektakuler Dimarco dari sudut sempit di menit ke-31 membuka keunggulan Nerazzurri.
Setelah itu, gantian Calhanoglu yang membuat gol di babak kedua lewat sepakan penalti di menit ke-70.
Meski menjadi salah satu pihak penting yang mengantar Inter menang, Dimarco tak bisa menyembunyikan perasaannya.
Pemain asal Italia ini masih menyimpan sedikit penyesalan soal luputnya peluang Inter menambah gelar di Liga Champions.
Ia menghubungkannya dengan performanya melawan Genoa yang dianggap baik.
Pemain berusia 28 tahun ini ikhlas hanya memberikan sedikit kontribusi gol dengan imbal balik Inter sukses mendapatkan berbagai gelar.
Namun tak ada yang bisa ia lakukan sekarang ini.
Dirinya tinggal fokus membawa Inter Milan berjaya di kancah domestik dengan menyisakan langkah di Serie A dan Coppa Italia.
Mengamankan gelar juara di kedua kompetisi ini setidaknya bisa menjadi pelipur yang cukup sepadan setelah kehilangan peluang juara Liga Champions.
"Saya sebenarnya lebih memilih memiliki kontribusi gol lebih sedikit jika itu bisa membuat Inter Milan memenangi kompetisi," ujar Dimarco dikutip dari Football Italia.
Performa Dimarco bersama Inter Milan memang kerap mengundang perhatian.
Bek sayap yang aktif bergerak menyerang ini memiliki kontribusi statistik apik bagi Nerazzurri.
Musim ini barangkali menjadi puncak performa sang pemain.
Ia sudah mengukir total 20 kontribusi gol bagi Inter hanya di Liga Italia saja.
Dimarco memiliki 6 gol dan 14 assist atas namanya saat bertanding di Serie A.
Catatan assist paling mentereng dalam satu laga diukirnya saat menghadapi Sassuolo 5 pekan ke belakang.
Kala itu, ia memberikan tiga assist yang membuat dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Terlepas dari itu, Dimarco juga memuji mentalitas Inter yang langsung bisa bangkit setelah kalah di Liga Champions.
"Tidak pernah mudah setelah menerima kekalahan, tetapi setiap kali itu terjadi, kami bisa bangkit dan kembali lebih kuat," ucap Dimarco.
"Beberapa pemain nampak kelelahan di babak kedua, tetapi kami bisa menuntaskan pertandingan."
"Secara pribadi, ini adalah musim yang baik bagi saya, tetapi yang paling penting adalah tim."
"Jika gol dan assist saya tidak membuahkan trofi, itu tidak akan berharga," paparnya.
Inter untuk sementara semakin nyaman memimpin Serie A.
Mereka mengantongi 67 poin dari 27 pertandingan yang sudah dijalani.
Pasukan Cristian Chivu unggul 13 poin dari AC Milan yang duduk di peringkat kedua.
(Tribunnews.com/Guruh)