Aktivitas Gunung Merapi Minggu 1 Maret 2026: Ada 12 Kali Guguran Lava ke Arah Kali Sat/Putih
Muhammad Fatoni March 01, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG Yogyakarta merilis hasil pemantauan Gunung Merapi sepanjang periode pengamatan hari ini, Minggu (1/3/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Pada periode pengamatan tersebut terpantau 12 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter. 

Selain itu, ada 14 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-25 mm dan lama gempa 27.98-152.72 detik.

BPPTKG juga mencatat 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-30 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 14.57-46.26 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi terlihat jelas. Asap kawah nihil.

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi terpantau cerah, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 18.8-20.7°C. Kelembaban 80-83.8 persen. Tekanan udara 870.6-914 mmHg.

Intensitas curah hujan 4 mm per hari.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Minggu 1 Maret 2026: Potensi Hujan Merata di Seluruh Wilayah DIY

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.