Iran Disebut Sudah Siapkan Rencana Transisi jika Khamenei Tewas
Sri Juliati March 01, 2026 08:17 AM


TRIBUNNEWS.COM - Peneliti senior di Stimson Center, Washington DC, Barbara Slavin mengatakan Iran telah memiliki rencana transisi apabila Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel ke Teheran, Sabtu (28/2/2026).

Khamenei yang kini berusia 86 tahun telah memimpin Iran sejak 1989 sebagai otoritas politik dan keagamaan tertinggi negara tersebut. Ia juga menjadi figur sentral dalam strategi militer Iran.

Slavin menyebut kemungkinan akan dibentuk sebuah dewan untuk menjalankan pemerintahan.

"Kemungkinan akan ada dewan yang dibentuk untuk mengelola negara. Bahkan bisa jadi dewan itu sudah menjalankan pemerintahan sejauh yang kita ketahui," ujarnya dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).

Ia menambahkan, pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana Presiden AS, Donald Trump mendefinisikan kemenangan.

"Jika membunuh Pemimpin Tertinggi sudah dianggap cukup baginya, ia mungkin akan berkata, 'Saya menang,' lalu menghentikan ini dalam satu atau dua hari."

"Itu sangat sesuai dengan karakternya. Ia bisa saja mengklaim telah terjadi perubahan rezim, meskipun pada dasarnya sistem yang sama masih tetap berjalan," kata Slavin.

Terkait serangan Israel, Slavin menyebutnya sebagai 'aksi teatrikal'. Ia menilai Israel tengah memanfaatkan kesempatan untuk menghantam sebanyak mungkin target agar semakin melemahkan rezim Iran.

Baca juga: Trump Umumkan Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel

Trump Umumkan Ali Khamenei Tewas

"Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat Amerika yang hebat," tulis Trump dalam unggahannya.

Trump juga menanggapi laporan, Khamenei tewas dalam serangan udara dengan mengatakan, 'Kami merasa itu adalah cerita yang benar.'

Ia menambahkan bahwa 'sebagian besar' pimpinan senior Iran telah tiada.

"Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka sudah tidak ada," ujarnya, dikutip dari NBC News.

Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan, Israel '99 persen yakin' Ali Khamenei tewas dalam serangan.

Senada, pejabat senior Amerika Serikat yang mengetahui persoalan tersebut menyebut, AS meyakini Khamenei telah meninggal berdasarkan komunikasi dari pejabat Israel.

Pejabat senior lain yang mendapat pengarahan terkait operasi militer dan intelijen terkini mengatakan, Khamenei 'hampir pasti tewas'.

Mereka juga melaporkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah diperlihatkan bukti, termasuk foto jenazah Khamenei yang disebut ditemukan dari reruntuhan bangunan.

Bantahan Pejabat Iran

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi membantah kabar kematian Ayatollah Ali Khamenei dan menyatakan, ia masih hidup 'sejauh yang saya tahu.'

Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Araghchi juga mengatakan dua komandan telah tewas, tetapi pejabat senior rezim lainnya selamat, termasuk kepala lembaga peradilan dan ketua parlemen.

"Semua pejabat tinggi masih hidup. Jadi semua orang saat ini berada di posisinya masing-masing, dan kami menangani situasi ini, semuanya baik-baik saja," tegasnya.

Berbicara langsung dari Teheran, Araghchi juga mengkritik AS dan Israel karena melancarkan serangan di tengah berlangsungnya negosiasi nuklir.

Hal senada juga disampaikan media pro-pemerintah Iran yang membantah rumor kematian Khamenei, tanpa memberikan informasi konkret mengenai kondisi kesehatan atau keberadaannya.

Penyiaran negara Iran, IRIB, mengutip sumber yang dekat dengan kantor Khamenei yang menyatakan bahwa ia 'memimpin situasi dengan tegas'.

Menurut Tasnim, Khamenei tetap aktif mengawasi keputusan militer dan politik di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. (Al Jazeera/NBC News)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.