TRIBUNGORONTALO.COM – Aktivitas Pasar Senggol di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mulai menggeliat meski pembukaan resminya belum ada.
Pedagang gorden tercatat sebagai kelompok pertama yang menggelar lapak di bawah tenda Pasar Senggol, tepatnya di ruas Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kota Selatan, pada hari ke-10 Ramadan, Sabtu (28/2/2026).
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com, tenda-tenda Pasar Senggol telah berdiri memanjang menutupi badan jalan.
Rangka besi dengan atap terpal gelap membentuk lorong panjang di tengah jalan, namun tetap menyisakan ruang di sisi kiri dan kanan untuk akses kendaraan.
Sebagian tiang tenda yang terpancang rapi di atas aspal masih kosong, menandakan persiapan pasar belum sepenuhnya rampung.
Di permukaan jalan, marka kapur telah dibuat sebagai penanda batas petak bagi para pedagang. Saat ini, arus lalu lintas yang terdiri dari bentor serta kendaraan roda dua dan empat masih melintas di area tersebut, berdampingan dengan proses persiapan pasar dan aktivitas ruko yang tetap beroperasi normal.
Baca juga: Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
Salah satu pedagang yang sudah memulai aktivitasnya adalah Santi Mohamad (23), warga Tenilo, Kota Gorontalo.
Lapak gorden miliknya berdiri sederhana dengan meja panjang beralas kain putih yang menjajakan berbagai aksesori gorden seperti hook, roda gorden, hingga stik (tombak) berbagai ukuran.
Santi mengaku sengaja membuka lapak lebih awal untuk memanfaatkan momentum Ramadan.
"Saya mulai hari ini, tepat hari ke-10 Ramadan. Buka lebih dulu supaya bisa mulai mencari rezeki meskipun pasar belum resmi dibuka," ujar Santi saat ditemui di lapaknya yang berlokasi strategis di perempatan depan Toko Amanda.
Harga yang ditawarkan bervariasi:
• Hook gorden: Rp10.000 per buah.
• Tombak kecil (kako): Rp10.000 per buah atau Rp20.000 per pasang.
• Roda gorden: Rp50.000 per paket.
• Stik gorden (hingga 6 meter): Rp20.000 per ujung.
Santi melayani pembeli setiap hari mulai pukul 08.00 Wita hingga tengah malam.
Meski sebagian kecil pedagang sudah mulai berjualan, suasana pasar secara umum masih lengang. Ridwan Hasan, juru parkir setempat, menyebutkan bahwa baru sekitar empat pedagang yang mengisi lapak.
"Pemasangan tenda memang belum selesai seluruhnya. Namun, bagi pedagang yang sudah memiliki petak, mereka diperbolehkan menempati lapak lebih awal meskipun opening resminya baru sekitar seminggu lagi," jelas Ridwan.
Pemasangan tenda saat ini membentang dari depan Columbus di Jalan Imam Bonjol hingga pertigaan Jalan KH Ahmad Dahlan dan mengarah ke Jalan Letjen Suprapto. Koridor tenda setinggi tiga meter tersebut kini baru mencapai kawasan Kota Tua.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gorontalo, Haryono Suronoto, menegaskan bahwa izin pemasangan tenda saat ini baru diberikan untuk wilayah Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Limba B.
"Pemasangan tenda di empat titik lainnya dijadwalkan menyusul pada 5 Maret mendatang," ungkapnya.
Pemerintah memperkirakan total akan ada 269 unit lapak yang tersebar di lima titik (empat ruas jalan di Kelurahan Biawao dan satu titik di Kelurahan Limba B). Menariknya, terkait biaya sewa, pemerintah mengikuti arahan Wali Kota untuk tidak mematok tarif baku.
"Biaya sewa tidak dipatok nominalnya, disesuaikan saja dengan kemampuan para pedagang," pungkas Haryono. (*)