Pasar Terapung Perdana Meriahkan HUT Ke-116 Kota Jayapura: Ini Bagian Budaya Kita
M Choiruman March 01, 2026 10:29 AM

Laporan Wartawan Tribun Papua.com,Taniya Sembiring 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kemeriahan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-116 Kota Jayapura, Provinsi Papua yang dirangkai dengan HUT Pekabaran Injil di Tanah Tabi, akhir pekan tadi.

Acara semarin meriah dengan hadirnya Ceremonial Pasar Terapung dan Car Free Day yang digelar di depan Kantor Gubernur Papua di Jalan Soa Siu Dok 2 Bawah, Kota Jayapura, Papua. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Jayapura Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026: Jayapura Utara Berawan

Kegiatan yang mengusung tema Dengan Kepedulian bersama, Kita Wujudkan Kota yang berbudaya Religius, dan Sejahtera ini menjadi simbol kebersamaan dan inovasi budaya yang menyatukan masyarakat.

Ratusan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh adat.

Acara tersebut dibuka Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo ditandai dengan pemukulan tifa dan disambut merihah masyarakat yang hadir. 

Ia menekankan bahwa pasar terapung merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat berkembang menjadi agenda besar di masa mendatang.

“Saya mengajak semua pihak mendukung pasar tradisional di atas air ini, ini menggambarkan budaya kita hidup dekat dengan sungai," jelasnya. 

Baca juga: Jaga integritas, KNPI Kota Jayapura Siap Laksanakan Rapimpurda dan Musda Secara Transparan

Seluruh jajaran Forkopimda kemudian meninjau pasar terapung sambil diiringi tarian tradisional Tahima Soroma Kayo Pulau, menghadirkan nuansa budaya lokal yang kuat.

Kehadiran Ketua MRP Papua Nerlince Wamuar, Kapolresta Jayapura Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen. 

Turun hadir juga Dandim 1701/Jyp Kolonel Inf Taufik Hidayat, hingga Wali Kota Wewak PNG Charles Malenki menunjukkan dukungan lintas sektor dan bahkan lintas negara.

Baca juga: Ondoafi Kayu Batu Siapkan Lahan Adat untuk Program Kampung Nelayan Merah Putih Kota Jayapura

Selain memperingati hari jadi kota, kegiatan ini juga menjadi refleksi atas sejarah Pekabaran Injil di Tanah Tabi, yang menjadi fondasi religius masyarakat Papua.

Kehadiran tokoh agama seperti Pdt. Hein Carlos Mano, M.Si dari FKUB Kota Jayapura menegaskan semangat toleransi dan persatuan antarumat beragama.

Baca juga: Penambang Tewas, Pemerintah Larang Tambang Emas di Gajah Putih dan Beberapa Titik Kota Jayapura

"Lewat kegiatan ini menjadi bukti bahwa Jayapura tidak hanya merayakan usia kota, tetapi juga merayakan semangat solidaritas, budaya, dan religiusitas yang terus hidup," jelasnya. 

Pasar terapung perdana yang berbeda dari pasar darat biasa ini diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas Jayapura sebagai kota yang sejahtera dan berbudaya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.