Ayatollah Khamenei Tewas, Putri dan Cucu juga jadi Korban Meninggal, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung
ninda iswara March 01, 2026 10:38 AM

Media pemerintah Iran mengabarkan kabar duka yang mengguncang publik: Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan yang disebut dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel.

Serangan tersebut diklaim berlangsung berkelanjutan dan menyasar sejumlah titik penting di berbagai wilayah negara itu.

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa putri, menantu, serta cucu Khamenei juga menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut.

Duka tidak berhenti di situ, karena serangan lain dilaporkan menghantam sebuah sekolah di wilayah selatan negeri tersebut.

Sedikitnya 108 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden di sekolah itu saja.

Angka korban terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

Secara keseluruhan, laporan resmi menyebut sedikitnya 201 orang kehilangan nyawa.

Korban-korban itu tersebar di 24 provinsi, menunjukkan luasnya dampak serangan yang terjadi.

Situasi di berbagai daerah dilaporkan masih mencekam, dengan aparat dan tim penyelamat terus melakukan evakuasi.

Peristiwa ini menjadi salah satu bab paling kelam dalam sejarah konflik yang melibatkan negara tersebut dan kekuatan asing.

Iran Umumkan 40 Hari Berkabung

Pemerintah juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.

Meski demikian, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai kronologi maupun lokasi pasti serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Februari menyatakan melalui media sosial bahwa Khamenei meninggal dunia setelah serangan militer besar-besaran oleh AS dan Israel.

Pernyataan itu mengindikasikan Washington mengklaim telah mengonfirmasi kematian tersebut dalam operasi gabungan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut terdapat banyak tanda bahwa Khamenei tidak lagi hidup.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC mengatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, Khamenei masih hidup, memunculkan perbedaan informasi terkait kondisi sebenarnya.

Serangan Besar ke Iran

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer skala besar ke sejumlah target di Iran.

Dalam pidato video, Trump menyatakan operasi itu bertujuan menghentikan pengembangan program nuklir dan misil Iran.

Ia juga menyampaikan pesan kepada rakyat Iran agar mengambil alih pemerintahan setelah operasi militer berakhir, pernyataan yang secara terbuka mendorong perubahan rezim di Teheran.

Sementara itu, Netanyahu menyatakan markas Khamenei di pusat Teheran telah dihancurkan dan kembali menegaskan adanya indikasi kuat bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut telah tewas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.