TRIBUNJATIM.COM- Kabar mengejutkan dilaporkan oleh media Iran di tengah perang Iran melawan Amerika-Israel.
Media Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah gugur dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran.
Namun, belum ada informasi lebih lanjut lagi terkait hal ini.
Dilansir dari Tribunnews, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sebelumnya telah mengumumkan Ali Khamenei gugur setelah serangan udara gabungan AS-Israel menghantam kompleks kediamannya pada hari Sabtu (28/2/2026).
Sebelum Khamenei dilaporkan tewas, media Iran juga melaporkan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei tewas dalam serangan AS dan Israel.
Baca juga: Brutal, Serangan Israel ke Sekolah Tewaskan Ratusan Orang di Iran, Menlu Abbas: Tidak Akan Dibiarkan
Kabar ini menyusul klaim Israel dan AS yang sebelumnya menyebut bahwa Ali Khamenei telah gugur
dalam serangan Iran.
Namun, klaim itu telah dibantah oleh Iran yang menyebutnya sebagai upaya untuk meruntuhkan mental pasukan.
Dikutip dari New York Times, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks kediaman Khamenei, yakni Beit-e Rahbari, dalam kondisi hancur total.
Selain dikenal sebagai tempat tinggal Khamenei, Beit-e Rahbari juga merupakan lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran.
Berdasarkan foto udara, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah.
Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster).
Senjata jenis ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat.
Sekilas Tentang Khamenei
Dilansir Al Jazeera, lahir pada tahun 1939 di kota suci Syiah Mashhad di timur laut Iran, Khamenei adalah putra seorang pemimpin Muslim terkemuka dan etnis Azerbaijan dari negara tetangga Irak.
Keluarga tersebut pertama kali menetap di Tabriz di barat laut Iran sebelum pindah ke Mashhad, tempat yang disukai oleh para peziarah agama, di mana ayah Khamenei memimpin sebuah masjid Azerbaijan.
Khamenei memulai pendidikannya pada usia empat tahun, mempelajari Al-Quran, dan menyelesaikan pendidikan dasar di sekolah Islam pertama di Mashhad.
Ia tidak menyelesaikan sekolah menengah atas, melainkan bersekolah di sekolah teologi dan belajar dari ulama Islam terkemuka pada masanya, seperti ayahnya, dan Syekh Hashem Ghazvini.
Pada tahun-tahun berikutnya, ia melanjutkan studinya di pusat-pusat pendidikan tinggi Syiah yang lebih bergengsi di Najaf dan Qom.
Khamenei diketahui mengambil alih kepemimpinan Republik Islam pada tahun 1989 setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin karismatik yang telah mempelopori revolusi Islam satu dekade sebelumnya.
Meskipun Khomeini adalah kekuatan ideologis di balik revolusi yang mengakhiri kekuasaan monarki Pahlavi, Khamenei-lah yang membentuk aparat militer dan paramiliter yang menjadi pertahanan Iran terhadap musuh-musuhnya, dan memberinya pengaruh yang meluas jauh melampaui perbatasannya.
Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei telah memimpin Iran sebagai presiden melalui perang berdarah dengan Irak pada tahun 1980-an.
Konflik yang berkepanjangan, ditambah dengan rasa isolasi di antara banyak warga Iran karena negara-negara Barat mendukung pemimpin Irak Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat secara umum dan Amerika Serikat secara khusus, kata para analis.
Sentimen tersebut akan menjadi landasan pemerintahannya yang berlangsung selama beberapa dekade dan memperkuat gagasan bahwa Iran harus tetap dalam keadaan siaga terus-menerus terhadap ancaman eksternal dan internal.
Iran diserang
Adapun, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan.
Tak lama setelah itu, Donald Trump kemudian mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi.
Dari laporan lapangan menunjukkan asap tebal mengepul di atas distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman Khamenei.
Otoritas Iran pun segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota.
Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer.
Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer demi menghindari korban jiwa.
Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.