Puluhan Pasien Diduga Keracunan Masih Dirawat Di Bireuen dan Aceh Selatan
mufti March 01, 2026 11:19 AM

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 44 pasien yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah, Kabupaten Bireuen, hingga Sabtu (28/2/2026) masih menjalani perawatan di sejumlah puskesmas dan rumah sakit.

Dari sekitar 140 warga yang sempat dirawat sejak Kamis hingga Jumat (26–27/2/2026), sebagian besar telah dipulangkan, sementara sisanya masih dalam observasi medis.

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan, menyebutkan kondisi pasien yang dirawat terus membaik dan diperkirakan segera pulang. Rinciannya, 10 pasien dirawat di Puskesmas Simpang Mamplam, 7 pasien di Puskesmas Jeunieb, 3 pasien di Puskesmas Pandrah, 11 pasien di RSUD dr Fauziah Bireuen, 8 pasien di RS BMC Bireuen, 4 pasien di RS Jeumpa Hospital, dan 1 pasien di RSU Pidie Jaya. “Insya Allah sore ini atau besok pagi sudah bisa pulang,” ujarnya.

Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani SKM, mengatakan pihaknya sempat menangani 56 pasien, mayoritas anak-anak. Hingga Sabtu siang, tersisa 10 pasien. “Hanya 10 orang lagi dalam perawatan, mudah-mudahan sore nanti semakin membaik dan diperbolehkan pulang,” katanya.

Di Puskesmas Jeunieb, dari 13 pasien yang dirawat, masih ada 7 orang dalam penanganan. Dua di antaranya Fitriani, guru MIN 33 Bireuen, dan anaknya Humaira. “Dari 13 orang masih ada 7 orang menjalani perawatan. Alhamdulillah keadaan sudah mulai membaik. Kata dokter mudah-mudahan besok sudah bisa pulang semuanya,” ujar Irwan, tenaga kesehatan Puskesmas Jeunieb.

Sementara itu, 25 pasien yang dirawat di Puskesmas Samalanga seluruhnya telah dipulangkan. “Pasien diduga keracunan sudah pulang semua tadi pagi,” kata Kepala UPTD Puskesmas Samalanga, dr Mohd Fiyrza Putra Phonna Kurniawan.

Diuji BPOM

Untuk memastikan penyebab keracunan, sampel makanan berupa bakso, minuman jelly, susu kotak, kue bolu, dan kurma telah dikirim ke BPOM Banda Aceh. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam empat hari.

Polres Bireuen juga telah memasang garis polisi di dapur MBG di Keude Simpang Mamplam untuk kepentingan penyelidikan serta memeriksa sejumlah pihak terkait yayasan. Penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium.

Kasus di Aceh Selatan

Di Aceh Selatan, 15 siswa masih dirawat di Puskesmas Ujung Padang Rasian setelah diduga keracunan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Sabtu (28/2/2026), tiga siswa telah dipulangkan, sementara dua lainnya kembali dirujuk karena muntah.

Dinas Kesehatan Aceh Selatan menyatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Padang Asahan Yayasan Ruang Kito Basamo belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Belum memiliki SLHS karena belum memenuhi syarat dan nilai minimal 80, masih berproses,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Yulimir.

Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Faizah Abbas, menyebutkan dari 28 SPPG yang terdaftar, baru tiga yang telah memiliki SLHS. “Yang sudah keluar SLHS-nya ada tiga. Sisanya masih berproses karena ada beberapa syarat yang belum terpenuhi. Kami minta mereka melakukan perbaikan sesuai hasil evaluasi,” ujarnya.

Kepala SPPG Ujung Padang Asahan, Isful Riza Yuanda, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh. “Insya Allah kami akan mengevaluasi seluruh apa yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan mulai dari pembangunan IPAL, pagar, kebersihan dan segala macam yang diarahkan oleh Dinas Kesehatan,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, juga meminta tenaga medis memberikan penanganan maksimal. “Kami meminta kepada seluruh petugas medis agar memberikan penanganan optimal. Pastikan anak-anak ini benar-benar pulih sebelum dipulangkan,” ujarnya.

Pemerintah daerah menyatakan akan mengawal proses penanganan hingga hasil uji laboratorium keluar.(yus/is)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.