TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU TENGAH – Bupati Mamuju Tengah (Mateng) Arsal Aras, menerima tamu dari perwakilan dari Badan Riset Nasional (BRIN) dan raksasa otomotif PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
Kedatangan mereka ke Kantor Bupati Mateng, bukan untuk bicara soal motor, melainkan soal rumput laut.
Yamaha dikabarkan serius menjajaki investasi di sektor perikanan dan kelautan, tepatnya pada komoditas rumput laut di wilayah pesisir Mamuju Tengah.
Pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Mateng, Made Kardiana, serta Kepala Dinas PTSP itu rupanya membahas peluang emas pengembangan rumput laut.
Baca juga: Bupati Arsal Minta Baznas Jaga Kepercayaan Masyarakat, Jangan Cawe-Cawe Politik
Baca juga: Polisi Selidiki Kebakaran Hebat 37 Rumah di Galung Tuluk Polman, Diduga Kompor Gas Jadi Pemicu
Bupati Arsal Aras pun tak bisa menyembunyikan antusiasmenya.
"Alhamdulillah, kita sambut baik. Ini bukan main-main, BRIN dan Yamaha langsung datang. Artinya potensi rumput laut kita di Mateng ini diakui secara nasional," ujar Arsal Aras dengan nada semangat kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (1/3/2026).
Orang nomor satu di Mateng itu menegaskan siap mempermudah segala urusan perizinan.
"Investor masuk, lapangan kerja terbuka, masyarakat pesisir sejahtera. Itu tujuan kita," katanya.
"Pemerintah daerah akan kawal penuh dan pastikan kepastian hukumnya," tegasnya.
Sementara itu Made Kardiana, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Mateng mengatakan, kualitas rumput laut asal Mamuju Tengah masuk dalam jajaran terbaik se-Indonesia.
Ditambah lagi, masyarakat lokal sudah lama malang melintang di dunia budidaya rumput laut.
"Kualitas rumput laut kita itu top banget. Makanya Yamaha langsung gas. Bahkan tahun ini mereka sudah mulai pilot project di lapangan. Pendekatan ke masyarakat juga sudah dilakukan," beber Made.
Dengan adanya penjajakan serius ini, Mamuju Tengah diprediksi bakal menjadi primadona baru investasi rumput laut.
Masyarakat pesisir pun kini memasang harap tinggi agar investasi ini segera terwujud dan mengerek ekonomi mereka. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah