Lahir dari Keluarga Ulama, Ini Profil Ayatollah Ali Khamenei Tokoh Penting Revolusi Islam Iran
Sesri March 01, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menjadi babak baru dalam perkembangan politik dunia.

Khamenei telah melalui perjalanan panjang memimpin Iran yang selama ini gencar menentang Amerika. 

Berikut adalah perjalanan hidu Ayatollah Ali Khamenei.

Ayatollah Ali Khamenei lahir di Mashhad, salah satu kota suci Syiah di Iran.

Ia berasal dari keluarga ulama dan sejak muda telah aktif dalam gerakan Islam tradisional yang menentang pemerintahan monarki Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Khamenei kemudian menjadi tokoh penting dalam revolusi Islam Iran pada 1979 yang menggulingkan Shah dan mendirikan Republik Islam di bawah kepemimpinan Ruhollah Khomeini.

Baca juga: Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Umumkan Dewan Sementara di Masa Transisi Kepemimpinan

Perjalanan Karier Politik

  • Periode Revolusi & Pasca-Revolusi: Setelah revolusi, Khamenei terlibat dalam struktur kekuasaan baru negara, termasuk sebagai anggota Dewan Revolusi Islam dan lembaga-lembaga pengarah penting lainnya.
  • Presiden Iran: Ia pernah menjabat sebagai Presiden Republik Islam Iran, sebelum akhirnya naik ke posisi yang lebih tinggi.
  • Pemimpin Tertinggi: Pada 1989, setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini, Khamenei dipilih oleh Assembly of Experts sebagai pemimpin tertinggi baru Iran — jabatan yang membuatnya memiliki kekuasaan absolut atas semua cabang pemerintahan, militer, dan kebijakan luar negeri Iran selama lebih dari tiga dekade.
  • Dalam masa kepemimpinannya, Khamenei dikenal sebagai tokoh yang menolak kompromi dengan Amerika Serikat dan Israel, serta otoriter dalam menghadapi perbedaan politik di dalam negeri dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan pro-Iran di Timur Tengah.

Kebijakan & Kontroversi

  • Hubungan dengan AS–Israel: Di bawah kepemimpinannya, hubungan Iran dengan AS dan Israel sangat tegang. Teheran memperluas pengaruh regional melalui dukungan terhadap organisasi seperti Hizbullah dan milisi pro-Iran di Irak dan Suriah, serta mempercepat program nuklir yang memicu sanksi internasional.
  • Isu Dalam Negeri: Iran juga mengalami protes sosial besar, termasuk gelombang protes besar atas penanganan hak asasi manusia dan kontrol moral, yang sering berujung tindakan keras dari aparat keamanan.
  •  

Kematian dalam Serangan AS-Israel (2026)

Pada 28 Februari 2026, dalam eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, Operasi Epic Fury — kampanye udara gabungan oleh kedua negara — dilaporkan telah menghantam beberapa target penting di Iran, termasuk kantor dan kompleks kediaman Khamenei di Teheran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan itu menewaskan Khamenei, menyebutnya sebagai bagian dari upaya menghancurkan infrastruktur militer dan nuklir rezim Iran dan menekan pengaruh yang ia sebut “ancaman global”.

Menurut laporan, serangan tersebut juga menewaskan sejumlah tokoh militer senior Iran dan menghancurkan infrastruktur penting. Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari, mengakui wafatnya pemimpin tertinggi dan menandai berakhirnya era kepemimpinannya yang panjang.

Beberapa laporan awal sempat menunjukkan kebingungan atau penyangkalan dari pejabat Iran pada saat serangan berlangsung, tetapi media negara kemudian secara resmi mengonfirmasi kematian Khamenei. 

Ayatollah Ali Khamenei

Nama Lengkap: Ayatollah Sayyed Ali Hossein Khamenei
Tanggal Lahir: 17 April 1939
Tempat Lahir: Mashhad, Iran
Usia pada 2026: 86 tahun
Jabatan: Supreme Leader / Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran
Menjabat: 1989–2026

( Tribunpekanbaru.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.