TRIBUNPEKANBARU.COM - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menuduh Israel berupaya memecah belah Iran setelah serangan gabungan yang dilakukan bersama Amerika Serikat.
Menurut Larijani, langkah tersebut mencerminkan strategi Israel dalam menghadapi tekanan geopolitik di kawasan.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap tindakan yang dinilai mengancam kedaulatan negaranya.
Selain itu, Larijani juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Ia menyebut Trump sebagai "simbol sempurna dari penjarahan" dan menuduhnya berupaya merebut sumber daya Iran.
Baca juga: Lahir dari Keluarga Ulama, Ini Profil Ayatollah Ali Khamenei Tokoh Penting Revolusi Islam Iran
"Amerika dan rezim Zionis telah membakar hati bangsa Iran, dan kami juga akan membakar hati mereka," kata Larijani dalam pernyataannya seperti yang dilansir dari Aljazeera.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia pada Sabtu (28/2/2026). Pemimpin hampir empat dekade itu tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dengan Israel.
Selain itu, media pemerintah melaporkan sedikitnya 108 orang tewas akibat serangan di sebuah sekolah di Iran selatan.
Baca juga: Ayatollah Khamenei Dikonfirmasi Tewas, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung
Pemerintah juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.
Meski demikian, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai kronologi maupun lokasi pasti serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi tersebut.
Insiden tersebut berpeluang pula membuka perseteruan yang kian memanas. Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan mengecam serangan yang menargetkan Khamenei.
Dia menyebut operasi itu sebagai kejahatan besar dan berjanji bakal meresponsnya.
"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin berpangkat tinggi ini akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan memberantas penindasan dan kejahatan Israel-Amerika," kata dia, dikutip dari Al Jazeera.
“Kali ini juga, dengan segenap kekuatan dan tekad kami, dengan dukungan dari umat Islam dan rakyat merdeka di dunia, kami akan membuat para pelaku dan komandan kejahatan besar ini menyesalinya,” tambah Masoud.
Tak berselang lama, Pemerintah Iran, IRGC menyatakan bahwa mereka sedang melancarkan gelombang serangan keenam sebagai balasan atas pemboman Iran oleh AS dan Israel.
Disebutkan bahwa IRGC telah melancarkan serangan terhadap Israel dan pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
Sedikitnya 27 pangkalan AS, serta pangkalan udara Tel Nof Israel, markas komando tentara Israel di HaKirya di Tel Aviv, dan kompleks industri pertahanan besar di kota yang sama, telah diserang.
Selain itu, disampaikan pula bahwa pasukan Iran akan menerapkan langkah pembalasan yang berbeda dan keras, dengan tamparan berturut-turut yang sangat disayangkan.
( Tribunpekanbaru.com)