‎Dominasi Rute Perintis di Malinau: Pergerakan Pesawat Capai 2.204 Trip Setahun
Amiruddin March 01, 2026 05:14 PM

 

‎TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Aktivitas penerbangan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, didominasi oleh layanan perintis.

Total pergerakan pesawat mencapai 2.204 trip kedatangan sepanjang tahun 2025.

‎Data resmi Bandara Malinau, pergerakan pesawat  menunjukkan angka keberangkatan yang hampir seimbang dengan total 2.178 penerbangan selama satu tahun penuh.

‎Pola aktivitas udara ini mengalami fluktuasi signifikan, terutama pada periode pertengahan tahun yang dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan.

‎Data mencatat lonjakan ekstrem arus penumpang berangkat terjadi pada bulan Juni yang mencapai 5.339 orang, dari total 22.130 penumpang berangkat selama setahun.

 

‎PENERBANGAN PERINTIS - Aktivitas penumpang saat bersiap menaiki pesawat perintis di apron bandara, Kabupaten Malinau. Penerbangan perintis yang didukung subsidi daerah mendominasi lalu lintas udara dengan total ribuan pergerakan pesawat dalam setahun. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri)
‎PENERBANGAN PERINTIS - Aktivitas penumpang saat bersiap menaiki pesawat perintis di apron bandara, Kabupaten Malinau. Penerbangan perintis yang didukung subsidi daerah mendominasi lalu lintas udara dengan total ribuan pergerakan pesawat dalam setahun. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) (TribunKaltara.com/Mohamad Supri)

Baca juga: Hari H Natal Lengang, Arus Penumpang Bandara Malinau Kaltara Kembali Naik



‎Sementara itu, arus penumpang yang datang melalui jalur udara di Kabupaten Malinau tercatat sebanyak 16.720 orang, dengan puncak kedatangan pada bulan Oktober.

‎Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menyampaikan bahwa tingginya angka keterisian kursi pesawat ini didukung program subsidi pemerintah daerah.

‎"Program subsidi ongkos angkut atau SOA ini merupakan salah satu dari program prioritas daerah sejak beberapa tahun terakhir," ujar Jakaria, saat terbang perdana SOA 2026.

‎Menurutnya, layanan penerbangan perintis masih menjadi kebutuhan dasar bagi warga yang tinggal di wilayah sulit dijangkau, melalui jalur darat maupun sungai.

‎Optimalisasi anggaran untuk transportasi udara terus dilakukan, agar jadwal penerbangan tetap stabil, dan mampu melayani rute-rute krusial di wilayah pedalaman.

‎"Langkah ini adalah upaya kita menjaga agar warga daerah terluar tetap terhubung dengan pusat pelayanan publik dan ekonomi," katanya.

‎Keberlanjutan program subsidi ini diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak utama dalam menjaga konektivitas antarwilayah di seluruh Kabupaten Malinau.

‎(*)

‎Penulis : Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.