TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Aktivitas penerbangan di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, didominasi oleh layanan perintis.
Total pergerakan pesawat mencapai 2.204 trip kedatangan sepanjang tahun 2025.
Data resmi Bandara Malinau, pergerakan pesawat menunjukkan angka keberangkatan yang hampir seimbang dengan total 2.178 penerbangan selama satu tahun penuh.
Pola aktivitas udara ini mengalami fluktuasi signifikan, terutama pada periode pertengahan tahun yang dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan.
Data mencatat lonjakan ekstrem arus penumpang berangkat terjadi pada bulan Juni yang mencapai 5.339 orang, dari total 22.130 penumpang berangkat selama setahun.
Baca juga: Hari H Natal Lengang, Arus Penumpang Bandara Malinau Kaltara Kembali Naik
Sementara itu, arus penumpang yang datang melalui jalur udara di Kabupaten Malinau tercatat sebanyak 16.720 orang, dengan puncak kedatangan pada bulan Oktober.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menyampaikan bahwa tingginya angka keterisian kursi pesawat ini didukung program subsidi pemerintah daerah.
"Program subsidi ongkos angkut atau SOA ini merupakan salah satu dari program prioritas daerah sejak beberapa tahun terakhir," ujar Jakaria, saat terbang perdana SOA 2026.
Menurutnya, layanan penerbangan perintis masih menjadi kebutuhan dasar bagi warga yang tinggal di wilayah sulit dijangkau, melalui jalur darat maupun sungai.
Optimalisasi anggaran untuk transportasi udara terus dilakukan, agar jadwal penerbangan tetap stabil, dan mampu melayani rute-rute krusial di wilayah pedalaman.
"Langkah ini adalah upaya kita menjaga agar warga daerah terluar tetap terhubung dengan pusat pelayanan publik dan ekonomi," katanya.
Keberlanjutan program subsidi ini diproyeksikan akan terus menjadi motor penggerak utama dalam menjaga konektivitas antarwilayah di seluruh Kabupaten Malinau.
(*)
Penulis : Mohammad Supri