TRIBUNGAYO.COM - Ribuan Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh segera menerima bantuan stimulan Rumah Rusak Ringan (RR) dan Rusak Sedang (RS) Tahap II pada Selasa (3/3/2026).
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah penerima yang sudah didata oleh pemerintah.
Hal itui disampaikan Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA.
Melansir Serambinews.com, menurut Safrzal penyaluran bakal dilaksanakan secara serentak dan diserahkan di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra yakni Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
“Penyerahan bantuan stimulan Rumah RR dan Rumah RS Tahap II dipimpin secara Terpusat oleh Menko PMK di Bireuen dan Mendagri pada waktu yang sama di 15 kabupaten/kota dari tiga provinsi,” ungkap Safrizal, Sabtu (28/2/2026) di Banda Aceh.
Safrizal menyebutkan, untuk di Aceh terdapat empat kabupaten/kota yang menerima bantuan stimulan rumah rusak dengan nilai total mencapai Rp129.480.000.000.
Pertama, Kabupaten Aceh Utara diberikan kepada sebanyak 354 KK untuk Rumah RR dan 142 KK untuk rumah RS dengan total bantuan Rp9.570.000.000.
Kedua, Kabupaten Bireuen yang diserahkan langsung oleh Menko PMK, Sestama BNPB, kepada 3.102 KK untuk Rumah RR dan 1.476 KK untuk Rumah RS dengan total bantuan stimulan Rp90.810.000.000.
Berikutnya, Kota Langsa yang diserahkan oleh Kakorps Brimob kepada 780 KK untuk Rumah RR dan 546 KK untuk Rumah RS dengan total bantuan stimulan Rp28.080.000.000.
Terakhir, Kabupaten Pidie diberikan kepada 5 KK untuk Rumah RR dan 14 KK untuk Rumah RS dengan total bantuan stimulan Rp555.000.000.
“Secara keseluruhan, penyintas banjir dan longsor di Aceh yakni bantuan stimulan diterima oleh 4.241 KK untuk Rumah RR dan 2.178 KK untuk Rumah RS dengan total bantuan Rp129.480.000.000,” ungkapnya.
“Penyerahan ini dihadiri akan oleh Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat dan masyarakat penerima bantuan,” pungkasnya.
Baca juga: Pemkab Aceh Tenggara Usulkan Bantuan Stimulan untuk Korban Bencana Banjir ke BNPB