TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Israel dan Amerika Serikat resmi menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Iran pun tidak tinggal diam, bukan hanya membalas serangan ke Israel, Iran juga menembakkan rudalnya ke sejumlah fasilitas militer AS di negara-negara Timur Tengah.
Seperti di Qatar, Bahrain, Irak, Yordania hingga Arab Saudi, akibatnya otoritas penerbangan sipil di sana menutup atau menangguhkan semua peberbangan.
Lantas bagaimana nasib warga negara Indonesia, khususnya yang kini tengah melaksanakan umrah di Arab Saudi.
Seorang warga Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Raydila yang saat ini tengah umrah di Mekkah mengatakan dirinya masih beribadah dengan lancar di sana.
Ia sudah sekitar dua minggu di tanah suci, berangkat secara mandiri dari Pekanbaru tiga hari sebelum Ramadan, dan berencana menjalankan puasa sebulan penuh di sana lalu kembali lagi ke tanah air pada 5 Syawal.
"Alhamdulillah di sini aman. cuma penerbangan hampir semua cancel masuk dan keluar saudi," ujar wanita yang akrab disapa Iil tersebut kepada Tribunpekanbaru.com via Whatsapp, Minggu (1/3/2026).
Dikatakan Iil, seluruh maskapai dari sejumlah negara yang terdampak perang Amerika-Israel Vs Iran menangguhkan penerbangannya.
"Pada umumnya penerbangan Timur Tengah yang ditutup sementara. Semalam teman aku dia harusnya pulang pakai Qatar Airways, jadinya dioper ke Airasia, gak apa-apa katanya, yang penting pulang dulu, sebelumnya dia sempat ditawari nginap lagi di Jeddah disediakan hotel tapi gak lama dia bilang bisa pulang pakai Airasia malam itu juga," cerita Iil.
Menurut Iil, hingga saat ini aktivitasnya di Tanah Suci masih lancar, ia pun masih tetap dalam rencananya untuk menghabiskan Bulan Ramadan di sana bersama suami dan kedua mertuanya.
"Alhamdulillah gak ada pengaruh, pengawasan berlapis polisi Saudi udah diperketat dari awal ramadhan,"ujar Iil.
Ia berharap perang tidak berlangsung lama dan tidak merambat luas, sehingga seluruh pihak bisa menjalani hidup dengan tenang, terlebih di Bulan Suci Ramadan ini.
(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)