TRIBUN-BALI.COM – Sebanyak 1.631 penumpang dari lima maskapai penerbangan dari Bali terdampak memanasnya perang di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat.
Hal ini memicu penutupan-penutupan ruang udara di sejumlah negara, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran. Maskapai penerbangan global menghindari kawasan udara Timur Tengah mengingat tingginya risiko keamanan akibat kembali memanasnya perang Iran dan Israel.
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan atau penyesuaian jadwal penerbangan,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, Sabtu (28/2) malam.
Jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Bali mengalami perubahan. Sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan atau penyesuaian jadwal penerbangan.
“Update hingga Minggu 1 Maret pukul 11.00 WITA terdapat lima penerbangan internasional mengalami penyesuaian jadwal,” ujar Gede Eka.
Baca juga: KONFLIK Israel-Iran Diharapkan Tak Pengaruhi Okupansi di Bali, PHRI Sebut Masih Stabil
Baca juga: KONFLIK Iran Vs Israel, Ada 6 Warga Bali di Iran dan Yaman, Kini Sedang dalam Proses Evakuasi!
Sejumlah penerbangan yang telah mengalami penyesuaian jadwal penerbangan. Adalah Etihad EY477 STD 18.45 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH) status postponed atau ditunda dengan total 291 penumpang yaitu 287 orang dewasa dan 4 bayi.
Emirates EK369 STD 19.45 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB) status canceled atau dibatalkan dengan total 509 penumpang yang terinci 504 penumpang dewasa dan 5 bayi.
Kemudian Qatar Airways QR963 STD 18.50 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) status dibatalkan dengan total 240 penumpang.
Emirates EK399 STD 00.25 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB) status dibatalkan dengan total 349 penumpang yaitu 346 penumpang dewasa dan 3 bayi. Qatar Airways QR961 STD 00.30 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) status dibatalkan dengan total 229 penumpang.
Jika dijumlahkan berdasarkan data penumpang tersebut terdapat 1.618 orang penumpang terdampak akibat pembatalan penerbangan karena memanasnya perang di Timur Tengah.
Penumpang terdampak pembatalan penerbangan Etihad EY-477, Qatar QR-963, dan Emirates EK369 telah diarahkan sesuai kebijakan masing-masing maskapai. Penumpang Emirates diarahkan ke Hotel Golden Tulip, Hotel Pullman, Hotel Ibis Kuta, dan Hotel Ibis Denpasar. Penumpang Etihad diarahkan ke Hotel Harris Sunset Road dan Platinum Hotel.
Penumpang Qatar Airways sebagian menunggu di bandara dan sebagian mencari akomodasi secara mandiri, dan pihak maskapai telah memberikan kompensasi berupa penggantian tiket. Seluruh penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan diberikan opsi pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang penerbangan berikutnya.
Hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dilaporkan aman dan kondusif. Namun demikian, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berkoordinasi dengan sejumlah instansi. Utama kata dia, dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.
“Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari lima penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 1.631 penumpang,” ungkap Gede Eka Sandi.
Adapun penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.
“Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan,” imbuhnya.
Pihak manajemen PT Angkasa Pura Indonesia juga turut menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional. Selain itu juga layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telepon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi. (zae)
Polres Bandara Tingkatkan Keamanan
Personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama stakeholder terkait meningkatkan pengamanan dan monitoring di Terminal Internasional guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kegiatan pengamanan dan monitoring situasi dilaksanakan oleh personil Polres Bandara Ngurah Rai pada Sabtu (28/2/2026) malam, dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) dengan fokus pada pelayanan serta keamanan penumpang terdampak pembatalan penerbangan.
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, menjelaskan bahwa personel kepolisian melaksanakan pengamanan, patroli, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada para penumpang yang didominasi para Warga Negara Asing (WNA) di area bandara.
“Personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersinergi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pengamanan dan monitoring di Terminal Internasional serta memberikan imbauan kamtibmas kepada penumpang. Hingga saat ini situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Ipda Suka Artana, Minggu (1/2).
Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai menegaskan akan terus melaksanakan pengamanan dan monitoring guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. (zae)
Imigrasi Antisipasi Potensi Overstay
Eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Bali.
Berdasarkan laporan pemantauan per 1 Maret 2026 pukul 01.00 WITA, terdapat lima penerbangan utama dari Bali yang terdampak, yakni Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399).
Gangguan ini berpotensi menyebabkan perubahan arus penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik akibat pembatalan maupun pengalihan rute penerbangan. Merespons situasi tersebut, Imigrasi Ngurah Rai langsung mengaktifkan langkah siaga untuk memastikan pelayanan keimigrasian tetap berjalan lancar dan kondusif.
Langkah yang dilakukan antara lain penempatan personel tambahan pada area kedatangan dan keberangkatan internasional guna mengantisipasi lonjakan antrean. Koordinasi intensif dengan Angkasa Pura I, otoritas bandara, maskapai internasional, serta instansi terkait dalam menyikapi perubahan jadwal dan rerouting penerbangan.
Monitoring real-time terhadap pergerakan rute penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan sistem data penerbangan global. Juga pemutakhiran SOP serta aktivasi rencana kontinjensi dalam penanganan penumpang terdampak.
“Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif. Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa meskipun terjadi gangguan jadwal penerbangan, proses administrasi keimigrasian bagi penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur,” kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, Minggu (1/3).
Imigrasi Ngurah Rai juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya overstay bagi warga negara asing yang terdampak pembatalan penerbangan sehingga tidak dapat meninggalkan wilayah Indonesia sesuai jadwal.
Bagi penumpang yang masa izin tinggalnya hampir atau telah berakhir akibat situasi darurat penerbangan, dapat segera melapor ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
“Penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan mempertimbangkan kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan internasional,” kata dia.
Imigrasi memastikan setiap kasus akan ditangani secara profesional dan proporsional, dengan tetap menjunjung prinsip kepastian hukum dan pelayanan publik. “Kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang tujuan internasional, khususnya rute transit Timur Tengah, untuk secara berkala memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai masing-masing serta berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara,” tandas Kurniawan. (zae)