Renungan Kristen Malam Markus 12:1-12, Kejahatan Hamba Tuhan
Alpen Martinus March 01, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alkitab berisi banyak tulisan terkait kehidupan mansia.

Seperti buku petunjuk kehidupan yang sumbernya dari Tuhan.

Kita diajarkan untuk membaca dan menerunkan Firman Tuhan setiap hari.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 11:27-33, Pertanggungjawaban Iman

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul kejahatan hamba Tuhan.

Ditulis oleh Zandy Keliduan dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan diambil dari kitab Markus 12:1-12

Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. (Markus 12:8)

Melanjutkan percakapan sebelumnya, Yesus menggunakan suatu perumpamaan untuk menjelaskan kekerasan hati mereka terhadap kebenaran dan kejahatan terhadap utusan Allah.

Yesus menyebut para pemimpin agama Yahudi sebagai penggarap kebun anggur karena mereka sebenarnya dipanggil sebagai hamba Allah yang memimpin jemaat Israel yang disebut kebun anggurnya TUHAN (Yesaya 5:7).

Seharusnya mereka bekerjasama dengan para hamba yang diutus untuk menuai yaitu para nabi.

Namun kerohanian mereka sudah melenceng dari kehendak Allah sehingga mereka membunuh para nabi termasuk AnakNya yang Tunggal.

Kejahatan pemimpin Yahudi saat itu disoroti oleh Yesus mulai dari kemunafikan, kesombongan, mementingkan diri sendiri, memeras dan menipu jemaat-jemaat miskin dan banyak kejahatan lainnya.

Yesus tegas bahwa kejahatan mereka akan dihukum Allah.

Kekristenan saat ini semakin digoncangkan dengan tersingkapnya “kejahatan” para hamba-hamba TUHAN yang disoroti karena kerohanian dan kepemimpinan yang mementingkan diri sendiri, memperkaya diri sendiri, membangun dinasti, memanfaatkan, memeras, memutar balikan firman Tuhan, pertikaian, perpecahan, dan kejahatan lainnya.

Perbuatan mereka tidak jauh berbeda dengan para pemimpin agama Yahudi yang memimpin bangsa Israel.

Perilaku ini jelas menjadi penghalang untuk pekerjaan penuaian dan pertumbuhan jemaat.

Yesus sebagai batu penjuru menjadi patokan utama dalam kepemimpinan rohani dan pekerjaan TUHAN.

Ia yang harus menjadi arah baik motivasi, tujuan, alasan, teladan, pengabdian dan bahkan kemuliaan yang diberikan.

Inspirasi: Apakah anda seorang hamba TUHAN?

Tinggalkanlah kejahatan, pandanglah IA, teruslah tertuju kepadaNya, jadikan Yesus sebagai batu penjuru.

Janganlah membiarkan kejahatan “membunuh” refleksi kemuliaan Kristus di mata orang-orang yang dipercayakan TUHAN.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.