BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kota Banjarmasin dalam kondisi aman, selama bulan Ramadan 1447 Hijriyah.
Kegiatan donor darah yang dilaksanakan secara mobile unit di berbagai instansi, dan penyesuaian jam layanan petugas menjadi kunci ketersediaan stok darah.
Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, menjelaskan, strategi jemput bola ke berbagai instansi dinilai efektif dalam pengumpulan stok darah.
"Satu instansi bisa menyumbang sampai 100 kantong darah. Karena kegiatan mobile unit ini, selama beberapa hari bulan puasa, stok kita stabil," ujar dr Rama, Minggu (1/3/2026).
Hingga saat ini, stok darah di PMI Banjarmasin sekitar 300 kantong.
Meski angka tersebut terlihat cukup, dr Rama mengingatkan jumlah tersebut biasanya habis dalam waktu dua hari karena tingginya permintaan rumah sakit.
Untuk menarik minat masyarakat mendonorkan darah di bulan puasa, PMI Banjarmasin menyiapkan hadiah khusus bagi pendonor.
Baca juga: Dua Peristiwa Kebakaran Gegerkan Warga Banjarmasin, Api Lumat Rumah Pengusaha Burung dan Laundry
Baca juga: Kurir di Banjarbaru Kehilangan Dua Karung Berisi Paket, Pelaku Terpantau Pakai Motor Matic
"Setiap pendonor selama Ramadan akan mendapatkan paket sembako," ujarnya.
Sembako yang diberikan di antaranya gula pasir, mi instan, sirup, air mineral, teh, dan kue kering.
Kegiatan donor darah aktif juga dilakukan bersama persatuan gereja hingga masjid-masjid besar seperti Masjid Muhajirin dan Masjid Al-Jihad, serta agenda rutin di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Untuk waktu operasional, dr Rama menjelaskan adanya pergeseran tren waktu donor. Meskipun kantor pusat di Jalan S Parman tetap buka 24 jam, jumlah pendonor pada pagi hingga siang hari hampir nihil.
"Petugas kami perbanyak di malam hari, karena biasanya setelah salat Tarawih banyak masyarakat yang datang untuk berdonor. Menjelang sore hingga malam adalah waktu puncak kami," bebernya.
Kendati stok darah umum (sel darah merah) aman, PMI Banjarmasin mengaku cukup waspada terhadap permintaan trombosit, terutama di tengah musim hujan yang memicu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Berbeda dengan darah biasa, trombosit memiliki masa kedaluwarsa yang sangat singkat, yakni hanya 4 hari.
"Kami tidak bisa menyetok trombosit dalam jumlah banyak karena takut terbuang sia-sia jika tidak terpakai. Jadi, kami siapkan stok secukupnya dan terus memantau permintaan yang masuk," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/mariana)