SRIPOKU.COM - Iran bertekad melancarkan serangan balasan menyusul tewasnya Ayatollah Ali Khamenei.
Selama ini, Kahamenei dikenal sebagai salah satu pemimpin tertinggi di Iran.
Ali Khamenei meninggal dalam serangan gabungan Amerika Serikat-Israel di kantornya di Teheran, Sabtu (28/2/2026).
Posisi Pemimpin Tertinggi juga dikenal sebagai Rahbar.
Jabatan ini merupakan otoritas tertinggi di Iran untuk mengendalikan lembaga-lembaga utama negara, termasuk militer dan peradilan.
Baca juga: Iran vs Israel & AS Memanas, Singapore Airlines Batalkan Penerbangan, Malaysia Airlines Balik Arah
Rahbar juga menjabat sebagai Panglima Tertinggi angkatan bersenjata, serta mengambil keputusan penting dalam pemerintahan, urusan militer, masyarakat, dan kebijakan luar negeri.
Sejauh ini, hanya dua tokoh yang pernah menduduki jabatan tersebut, termasuk Ayatollah Ali Khamenei yang menjabat selama 37 tahun sejak 1989, meneruskan tokoh Revolusi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Keberadaan lembaga seperti Presiden, Parlemen, Dewan Penjaga, dan Majelis Pakar tidak mengurangi dominasi otoritas Pemimpin Tertinggi dalam struktur politik Iran.
Melihat seberapa sakralnya jabatan Khamenei, tak pelak, dijadikan tanda sebagai deklarasi perang oleh para pejabat Iran yang lain.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa Iran memiliki hak penuh untuk membalas.
“Iran menganggap sebagai tugas dan hak yang sah untuk membalas para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini,” ujar Pezeshkian, Minggu (1/3/2026), mengutip Kompas.com.
Pernyataan keras juga disampaikan oleh Ali Larijani, Pimpinan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Baca juga: Profil Israr Megantara, Putra Bekasi Cetak Hatrrick ke Gawang Iran di Final Piala Asia Futsal 2026
Ia menegaskan Iran akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada pihak yang disebutnya sebagai “penindas internasional".
“Para prajurit pemberani dan bangsa besar Iran akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan,” katanya.
Dalam unggahan di media sosial, Larijani menulis bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke target Amerika Serikat dan Israel, dan akan meningkatkan serangan dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.