TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan banjir di Kota Pekanbaru, kini sudah sangat kompleks.
Buktinya, hujan lebat beberapa kali mengguyur kota, masih menenggelamkan sebagian kawasan.
Bahkan tidak genangan air lagi, tapi sudah banjir berjam-jam lamanya.
Kebijakan Pemko Pekanbaru yang memplot anggaran Rp 100 miliar untuk penanganan banjir tersebut, didukung kalangan DPRD Pekanbaru.
Namun Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois SAg menilai, besaran anggaran itu sebenarnya, belum cukup mengatasi ratusan titik banjir, yang masih kategori parah.
"Memang anggaran itu (Rp 100 miliar), termasuk besar. Tapi tidak serta merta bisa membebaskan Pekanbaru dari banjir, yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun," kata Rois kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi SPPD Fiktif Setwan DPRD Pekanbaru Segera Disidangkan
Sekadar diketahui, anggaran Rp 100 miliar itu sebenarnya disiapkan untuk pembenahan drainase atau parit, yang tujuannya mengurangi titik banjir.
Tapi tunggu dulu, persoalan banjir kota ini sudah akumulatif, yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan normalisasi parit secara musiman.
Apalagi masih banyak parit yang belum berfungsi, bahkan tidak ada sama sekali, karena sudah lama tertimbun.
Karena itu, perlu pengelolaan dan perencanaan yang matang sistem drainase yang ada. Apalagi selama ini, perencanaan dilakukan sekadar pelepas tanya saja.
Termasuk sudah adanya masterplan banjir Kota Pekanbaru, tapi pelaksanaannya hanya bersifat parsial saja. Tidak menyentuh akar permasalahan.
"Sekarang ini pemerintah harus serius. Jika memang masterplan tersebut harus diperbaharui, maka lakukan. Tapi itu tadi, jangan hanya konsep dan teori semata. Action dan anggarannya tidak didukung," sebut Politisi senior PKS ini lagi
Sebagai contoh, lanjut Rois, sebagian pembangunan drainase selama ini hanya mengikuti kontur jalan, bukan mengarah ke titik terendah. Akibatnya, air kerap tertahan dan meluap ke badan jalan saat hujan mengguyur.
"Solusi tepatnya, pemerintah harusnya buat kolam retensi penampung air hujan di masing-masing RW. Berapapun luas lahannya. Kalau mengharapkan lahan luas per kecamatan atau kelurahan, sampai kapan itu ada," katanya.
Lebih lanjut Rois berharap, penanganan banjir tahun ini sudah mengarah ke hasil maksimal. Titik banjir berkurang, dan anggarannya juga didukung dari provinsi dan pusat.
( Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi ).