TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Polisi kini menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran 37 rumah warga di Desa Galung Tukuk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu (1/3/2026).
Lokasi kebakaran kini telah dipasangi garis polisi melingkar di sisa puing-puing rumah terbakar.
Pemilik rumah nampak berada di lokasi, mencara harta bedan yang masih dapat digunakan.
Baca juga: 230 Petugas Kebersihan Mamuju Kini Jadi Tenaga Outsourcing, Gaji Tertunda Akhirnya Cair
Baca juga: Kronologi Kebakaran Hanguskan Puluhan Rumah di Galung Tuluk Polman, Api Berkobar saat Warga Tarawih
Sementara warga berdatangan melihat lokasi kebakaran dilarang melintasi garis kepolisian.
Posko darurat untuk menyalurkan bantuan kini telah didirikan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Polman.
Korban kebakaran 173 jiwa membutuhkan pakaian layak, sarung, selimut, serta makanan siap saji.
Polisi menduga penyebab kebakaran hebat ini dari kompor dapur milik warga yang ditinggal pergi tarawih.
"Dugaan sementara api berasal dari dapur rumah warga dan sempat terjadi ledakan yang diperkirakan dari tabung gas," kata Kasatreskrim Polres Polman, AKP Budi Adi.
Dia menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Petugas saat ini meminta keterangan sejumlah saksi warga sekitar dan para pemilik rumah.
Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mencatat 37 rumah warga alami kerusakan akibat kebakaran di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Polman, Minggu (1/3/2026).
Dengan rincian 29 rumah ludes terbakar rata dengan tanah, sementara 10 rumah terdampak alami kerusakan.
Sebanyak 47 Kepala Keluarga (KK) terdampak kebakaran dengan total 173 jiwa mengungsi.
Sementara satu warga dilaporkan meninggal dunia atas nama Muhammad (61), diduga kelelahan saat mengevakuasi barang.
Kebakaran terjadi di Dusun Kampung Tuluk, Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, sekitar pukul 20.30 Wita, Sabtu (29/2/2026).
Api bermula dari rumah warga yang berada di tengah pemukiman padat penduduk, menjalar ke rumah lainnya.
BPBD Polman telah membangun tenda darurat untuk menampung para pengungsi yang kehilangan rumah.
"Data terbaru ada 37 rumah, 173 warga mengungsi, saat ini kami sudah dirikan posko darurat," kata kepala pelaksana BPBD Polman, Andi Chandra kepada wartawan.
Dia menyampaikan warga kehilangan rumah ada yang mengungsi di rumah kerabatnya.
Serta menempati tenda darurat, sembari terus mengevakuasi sisa kobaran api di bekas rumahnya.
Kebakaran rumah di kawasan padat penduduk terjadi sekitar pukul 20.30 Wita saat warga sholat taraweh.
Beberapa rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemilik pergi ke masjid untuk sholat tarawih.
Korban api cepat merembes ke rumah lainnya karena cukup berdekatan dan rumah terbuat dari semi permanen.
Warga sekitar hanya dapat pasrah melihat kobaran api, serta ikut menyiram dengan air seadanya.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Polman dibantu Damkar Majene menerjunkan 10 armada.
Sulitnya akses karena kawasan padat penduduk membuat petugas Damkar kesulitan memadamkan kobaran api.
"Pas taraweh di masjid ada teriakan warga adanya kebakaran rumah," kata Sekretaris Desa Galung Tuluk, Muhammad Sukri.
Dia menyampaikan api bermula di bagian rumah yang berada di tengah kawasan padat penduduk.
Kobaran api merembes ke rumah lainnya yang jaraknya cukup padat di pemukiman Galung Tuluk.
Muhammad Sukri menyebut satu warga yang panik melihat kobaran api dilaporkan meninggal dunia.
"Ada warga yang kaget, lalu kena serangan jantung, meninggal dunia, tapi tidak alami luka bakar," ungkapnya.
Disebutkan api diduga bermula dari dapur rumah warga yang ditinggal pemiliknya saat memasak.
Saat kobaran api mulai menjalar, warga mendengar beberapa ledakan diduga dari tabung gas
Petugas Damkar membutuhkan waktu sekitar dua jam lamanya untuk memadamkan kobaran api.
Hingga saat ini petugas kepolisian setempat menyelidiki penyebab kebakaran hebat ini.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli