SRIPOKU.COM - Eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran berdampak langsung pada sektor penerbangan global.
Setidaknya enam penerbangan maskapai Singapore Airlines (SIA) dan anak usahanya, Scoot, resmi dibatalkan sejak 28 Februari hingga hari ini, Minggu (1/3/2026).
Penutupan wilayah udara di sejumlah negara seperti Iran, Israel, Irak, dan Yordania memaksa maskapai internasional melakukan penyesuaian rute demi keselamatan penumpang.
Baca juga: 22 Penjelasan Lengkap Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia - Amerika Serikat
Rincian Penerbangan yang Dibatalkan
Berdasarkan data yang dihimpun dari The Straits Times, Singapore Airlines mengonfirmasi empat pembatalan jadwal terbang dalam dua hari terakhir. Berikut rinciannya:
Pihak SIA mengimbau seluruh calon penumpang untuk segera memperbarui detail kontak melalui fitur "Manage Booking" di situs resmi atau aplikasi seluler guna mendapatkan notifikasi perubahan status secara real-time.
Malaysia Airlines Alihkan Rute ke India
Kondisi darurat di wilayah udara Timur Tengah juga merembet ke maskapai tetangga, Malaysia Airlines.
Pada 27 Februari 2026, penerbangan MH160 tujuan Doha terpaksa balik arah ke Kuala Lumpur.
Sementara itu, penerbangan MH156 tujuan Jeddah harus dialihkan (divert) ke Chennai, India, sebelum akhirnya diinstruksikan kembali ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
Langkah ini diambil sesuai protokol keselamatan ketat untuk menghindari wilayah konflik aktif.
Dampak Serangan AS-Israel ke Iran
Gangguan massal ini dipicu oleh gelombang serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.
Tak hanya maskapai Asia, raksasa penerbangan Eropa seperti Lufthansa dan Air France juga dilaporkan telah menangguhkan operasional mereka ke beberapa destinasi di Timur Tengah.
Pemerintah Singapura melalui kedutaan besarnya di kawasan tersebut terus memantau situasi dan meminta warganya untuk tetap waspada menghadapi ketegangan regional yang meningkat tajam.***