TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua (Sulampua), Azhar Gazali, memastikan hingga saat ini belum ada calon jemaah umrah asal Sulsel membatalkan keberangkatan akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
“Sejauh ini belum ada gangguan untuk keberangkatan dari Makassar. Masih on schedule. Belum ada pembatalan dari jemaah Sulsel,” kata Azhar, Minggu (1/3/2026).
Azhar menjelaskan beberapa penerbangan dari Jakarta memang dibatalkan.
Terutama rute yang terdampak langsung kebijakan maskapai dan penyesuaian jalur penerbangan.
Namun, kondisi tersebut belum memengaruhi jemaah yang berangkat dari Sulsel.
Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Kemenag Pastikan Ada Jemaah Umrah Sulsel Tertahan di Arab Saudi
Saat ini, para penyelenggara umrah tengah melakukan mitigasi dengan mendata jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat.
Program akhir Ramadan yang sudah mulai berjalan.
“Keberangkatan program umrah akhir Ramadan ini dimulai tanggal 2 hingga di atas tanggal 5. Beberapa travel sudah memberangkatkan jemaahnya. Ada juga jemaah yang saat ini sudah berada di Tanah Suci dan menunggu jadwal kepulangan,” ujarnya.
Azhar menegaskan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama.
Pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan siap mengikuti setiap kebijakan yang dikeluarkan otoritas terkait.
“Kalau ada kebijakan resmi dari Pemerintah Arab Saudi, maskapai, atau pemerintah Indonesia, tentu kita akan mengikuti regulasi tersebut. Keselamatan adalah yang paling utama,” katanya.
Ia juga mengimbau calon jemaah tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum diverifikasi.
Travel, otoritas Saudi, maskapai, serta pemerintah akan menyampaikan informasi resmi apabila terjadi perubahan kebijakan.
“Kami minta jemaah tetap tenang sambil memantau perkembangan. Selama masih terbuka dan tidak ada larangan, insyaAllah perjalanan tetap berjalan normal,” kata Azhar. (*)