Alasan Kepala Sekolah di Lampung Usul Menu MBG selama Ramadan Diubah
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 01, 2026 12:36 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Terungkap alasan para kepala sekolah di Bandar Lampung usul supaya menu paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pola distribusi selama bulan Ramadan diubah.

Alasan itu disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bandar Lampung Hendri Irawan setelah melakukan evaluasi.

Hasil evaluasi, menurut dia, sebagai masukan demi optimalisasi program MBG.

Hendri menilai, secara umum paket MBG Ramadan telah diterima dan didistribusikan kepada para siswa.

"Selama Ramadan paket MBG sudah kami terima dan sudah kami distribusikan ke siswa. Alhamdulillah sejauh ini berjalan baik," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: MKKS Bandar Lampung Usul Perbaikan Menu dan Distribusi MBG selama Ramadan

Meski demikian, ia mengusulkan supaya pihak yang berwenang memperhatikan variasi menu agar bisa dinikmati seluruh siswa.

Ia mencontohkan lauk yang dapat diolah kembali oleh orang tua siswa di rumah. Seperti ayam ungkep.

"Ke depan alangkah baiknya jika menu lebih bervariasi dengan lauk pauk yang bisa dinikmati siswa. Misalnya ayam ungkep yang bisa digoreng kembali di rumah," ujarnya.

Pihaknya juga menyoroti distribusi roti tanpa merek yang jelas, serta tanpa keterangan masa berlaku.

Menurutnya, aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program MBG.

"Kami berharap tidak ada lagi roti tanpa merek yang jelas dan tanpa informasi masa berlaku. Ini penting untuk menjamin keamanan dan kesehatan siswa," ujarnya.

Hendri juga menyarankan agar makanan yang didistribusikan tidak termasuk kategori yang cepat basi, mengingat kondisi cuaca dan potensi keterlambatan konsumsi oleh siswa.

Tak hanya soal menu, ia turut menyinggung persoalan ketepatan waktu pengantaran paket MBG ke sekolah.

Menurutnya, keterlambatan distribusi kerap mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Untuk pengantaran MBG ke sekolah kami berharap tidak selalu terlambat karena dapat mengganggu proses KBM," katanya.

Terkait regulasi, Hendri menyebut pihak sekolah telah membaca Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan MBG selama bulan Ramadan.

Namun hingga kini, petunjuk teknis (juknis) atau panduan teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan disebut belum diterima oleh sekolah-sekolah.

"Kami sudah membaca surat edaran tersebut, tetapi juknis atau panduan teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan belum kami terima," ucapnya.

Ia berharap pemerintah segera memberikan panduan teknis yang lebih rinci agar pelaksanaan MBG selama Ramadan dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, serta tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan kenyamanan siswa di Kota Bandar Lampung.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.