Nasib Raihan Usai Bacok Farra Pakai Kapak, Dibuang ke Sel Khusus, Sendirian di Penjara  
Rita Lismini March 01, 2026 02:40 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Unit Reskrim Polsek Bina Widya telah menetapkan Rehan Mujafar sebagai tersangka dalam kasus ini.

Atas perbuatannya, Rehan dijerat Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ia terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Penanganan perkara yang semula berada di tingkat kepolisian sektor kini dinaikkan ke level yang lebih tinggi. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Anggi Rian Diansyah, memastikan bahwa seluruh proses hukum selanjutnya berada di bawah kendali pihaknya.

"LP (laporan polisi) awalnya diterima di Polsek Bina Widya, namun sekarang sudah kami tarik untuk dilimpahkan ke Polresta Pekanbaru, guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Pemberkasan juga kami lakukan di sini," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah saat diwawancarai Kompas.com di Pekanbaru, Sabtu (28/2/2026).


Langkah ini diambil demi memastikan penyelidikan berjalan lebih komprehensif, mengingat seriusnya tindak kekerasan yang terjadi di area kampus.

Ditahan di Sel Khusus, Tersangka Diisolasi

Selain menaikkan status penanganan perkara, kepolisian juga menerapkan perlakuan khusus terhadap tersangka selama masa penahanan. Rehan Mujafar kini ditempatkan secara terpisah dari tahanan lain.

"Tersangka kami letakkan di satu sel khusus dia sendiri," sebut Anggi.

Penempatan di sel khusus dilakukan untuk alasan keamanan sekaligus kepentingan penyidikan.

Tes Urine Negatif, Pemeriksaan Psikologis Menyusul

Dalam rangka mendalami kondisi tersangka, polisi telah melakukan serangkaian pemeriksaan awal. Salah satunya adalah tes urine untuk memastikan ada atau tidaknya pengaruh zat terlarang saat kejadian berlangsung.

Hasilnya, tersangka dinyatakan bersih dari narkoba. Meski begitu, kepolisian tidak berhenti sampai di situ.

"Kalau kami lihat tersangka masih sehat. Tidak terlihat ada kelainan. Kami akan coba nanti bersurat untuk cek psikologisnya," kata Anggi.

Pemeriksaan psikologis dinilai penting guna mengungkap kondisi mental pelaku sebelum dan sesudah aksi kekerasan terjadi.

Pengakuan Raihan Pelaku Pembacokan Farra

Pengakuan Raihan Mujafar (21) usai nekat membacok teman dekatnya sendiri, Farradhila Ayu Pramesti. 

Tak main-main, Raihan menggunakan parang dan kapang untuk membacok Farra. 

Aksi tragis itu terjadi pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

Raihan mendatangi ruang sidang kampus UIN Suska Riau.

Saat itu, korban tengah duduk bersiap mengikuti ujian akhir.

Pelaku kemudian menyampaikan rasa sakit hatinya kepada korban.

Tanpa banyak bicara, Raihan langsung membacok tangan kiri dan kepala korban.

Dalam kondisi bersimbah darah, Fara berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar ruangan.

Belakangan terungkap bahwa cinta Raihan tidak sepenuhnya bertepuk sebelah tangan.

Raihan dan Fara diketahui memiliki hubungan khusus.

Di belakang kekasihnya, Fara disebut diam-diam menjalin hubungan dengan Raihan.

Fakta tersebut terungkap melalui sejumlah video yang diunggah di akun TikTok milik Raihan.

Salah satu video memperlihatkan Fara dan Raihan berada di sebuah ruangan.

Keduanya tampak asyik bermain gim PlayStation.

Mereka duduk di atas bean bag dengan suasana ruangan bercahaya redup.

Dalam video tersebut, Raihan beberapa kali tampak mencium Fara.

Bukan hanya di pipi, keduanya juga terlihat berciuman mesra.

Fara tampak tidak terganggu dan tidak menunjukkan tanda terpaksa.

Ia terlihat tersenyum dan merasa nyaman.

Pada video lainnya, keduanya terlihat berpose bersama mengenakan pakaian batik.

Fara dan Raihan juga tampak saling berpegangan tangan.

Hingga kini, Raihan Mufazzar telah diamankan pihak kepolisian dan menjalani proses hukum atas perbuatannya.

Saat diamankan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Anggi Rian Diansyah, menyatakan bahwa tersangka telah menyimpan niat melakukan penganiayaan sejak lama. Bahkan, penyidik menduga pelaku memiliki keinginan untuk menghabisi nyawa korban.

"Pada saat kami periksa, tersangka menyatakan dari awal November 2025 sudah ada niat untuk melakukan hal ini (penganiayaan). Namun, baru dilakukan pada Kamis kemarin," ujar Anggi saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Fakta ini menegaskan bahwa apa yang terjadi bukanlah luapan emosi sesaat, melainkan puncak dari niat yang terus dipelihara dalam diam.

Berangkat dengan Senjata dari Rumah

Polisi memastikan, Rehan tidak datang ke kampus tanpa persiapan. Dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar, ia membawa senjata tajam berupa kapak dan parang. Senjata tersebut diketahui merupakan milik orang tuanya.

"Pelaku mengaku sempat mengasah sajam (senjata tajam) di rumahnya sebelum berangkat ke UIN Suska," ungkap Anggi.

Pengakuan ini memperkuat kesimpulan penyidik bahwa serangan tersebut telah dirancang secara matang sebelum pelaku meninggalkan rumah.

Pacar Farra Buka Suara 

Pasca video pembacokan pacarnya viral, Ferdi akhirnya buka suara. 

Alih-alih marah, Ferdi yang sudah menjalin hubungan selama 2 tahun dengan Fara justru tetap memberikan dukungan. 

Ia membagikan momen kebersamaan mereka selama ini serta menuliskan caption bernada romantis untuk menyemangati sang kekasih agar cepat pulih.

Ferdi tampak terkejut ketika mengetahui adanya video mesra Fara dengan Raihan yang beredar di media sosial.

Meski demikian, Ferdi tetap menunjukkan dukungan penuh kepada Fara.

Hubungan keduanya disebut sudah serius, bahkan telah membeli baju Lebaran secara berpasangan.

"Sayang cepat sembuh yaa biar lebaran nanti kita pakai baju baru yg kamu pilih, bajunya baru sampai semalam loh sayang pas banget dengan kejadian itu, kamu ga mau pakai sayang kamu pasti cantik banget kalo pakai bajunya," tulis Ferdi.

Ferdi juga mengungkapkan telah membelikan tiket agar Fara bisa pulang kampung saat Lebaran.

"Kamu juga bilang bakal pulang ke bintan sebelum lebaran jadi aku belikan tiket biar kamu pulang lebaran bisa sama keluarga dan aku," tulisnya lagi.

Ia meminta Fara untuk tidak memikirkan hal lain dan fokus pada pemulihan kesehatannya.

"Terlepas dari itu semua tak perlu kamu pikirkan, cukup kamu pikirkan gimana biar kamu cepat sembuh, sehat biar bisa ngumpul sama keluarga dan kita bisa jalan jalan sayang," tulis Ferdi lagi.

Bahkan, keduanya telah menyusun rencana untuk berlibur bersama ke Batam setelah Lebaran.

"Kita juga ada rencana habis lebaran mau jalan jalan kebatam kan sehat sehat yaa sayanggku. aku selalu kasih doa terbaik buat kamu… I LOVE YOU @_frrpra," tulisnya.

Pada unggahan tersebut, sejumlah netizen membocorkan akun TikTok milik Raihan.

Di akun tersebut terlihat beberapa foto mesra Raihan dan Fara, mulai dari berpegangan tangan hingga video sedang berciuman.

Ferdi kemudian menanggapi temuan tersebut dengan menuliskan curahan hati di fitur story TikTok.

"Jujur aku ga tau apa apa ga tau maksudnya apa

Kenapa bisa ada apa bagaimana bisa

Jujur bingung asli," tulisnya.

Motif Asmara di Balik Kekerasan

Penyelidikan mengungkap bahwa latar belakang penyerangan ini berkaitan dengan persoalan asmara. Pelaku diduga tidak mampu menerima penolakan dari korban.

Kapolsek Bina Widya, Nusirwan, menjelaskan bahwa sakit hati menjadi pemicu utama tindakan tersebut.

"Pelaku merasa sakit hati, karena korban mau memutuskan hubungan kedekatan karena sudah punya pacar," ungkap Nusirwan kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.

Menurut Nusirwan, pelaku memang telah merencanakan aksinya sejak awal. Ia berangkat dari Bangkinang dengan membawa senjata tajam di dalam tas.

"Pelaku sudah menyiapkan senjata tajam, dan berniat membunuh korban," kata Nusirwan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.