TRIBUNJATIMTMUR.COM, BANYUWANGI – Sebanyak 216 pemain muda antusias mengikuti seleksi tim Banteng Jatim FC U-17 yang digelar meriah di Banyuwangi. Ratusan peserta tersebut berasal dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang. Seleksi ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Soekarno Cup 2026, sebuah turnamen pembinaan usia muda tingkat nasional yang digelar rutin oleh DPP PDI Perjuangan. Banteng Jatim FC U-17 adalah juara Soekarno Cup 2025 yang digelar di Bali. Tahun ini, Soekarno Cup bakal digelar di Surabaya pada Juli 2026.
Seusai salat tarawih, gelombang ratusan pemain mulai berdatangan ke Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Sorak dukungan dari orang tua dan ofisial tim turut menambah semarak suasana.
Para peserta menjalani berbagai tahapan seleksi, mulai dari uji teknik dasar melalui game internal hingga penilaian kedispilinan oleh tim pelatih. Seleksi dibuka dengan menyanyikan lagu ”Indonesia Raya” dan ditutup dengan lagu ”Tanah Airku” yang dinyanyikan dengan khidmat.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, mengatakan, Soekarno Cup adalah ajang turnamen pembinaan sepak bola usia muda yang diharapkan menjadi panggung bagi talenta-talenta Indonesia untuk berkembang. Selain mengejar prestasi, kompetisi ini juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan gotong royong.
”Tim Banteng Jatim FC U-17 binaan DPD PDI Perjuangan sangat serius menyiapkan diri menyambut Soekarno Cup 2026. Maka kami menggelar seleksi se-Jawa Timur yang dimulai dari daerah Banyuwangi dan sekitarnya pada 28 Februari dan 1 Maret 2026, menyusul kemudian akan ke Blitar, Malang, Bangkalan, dan Surabaya,” ujar Said Abdullah.
Baca juga: Tim Banteng Jatim FC U17 Juarai Soekarno Cup 2025, Motivasi Said Abdullah Jadi Kunci
”Dengan proses seleksi yang berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi fair play, manajemen Banteng Jatim FC U-17 optimistis dapat membentuk skuad solid demi mempertahankan gelar juara pada Soekarno Cup 2026 mendatang,” imbuh Said.
Said menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan talenta muda sepak bola di Jawa Timur. Pelaksanaan seleksi Banteng Jatim FC U-17 di Banyuwangi bukan sekadar agenda mencari pemain terbaik untuk mempertahankan gelar di Soekarno Cup 2026. Lebih dari itu, ajang ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia muda dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan.
”Soekarno Cup diproyeksikan bukan hanya sebagai turnamen kompetitif, tetapi juga sebagai laboratorium pembinaan talenta muda,” tegas Said.
Program seleksi Banteng Jatim FC U-17 di Banyuwangi juga dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, anggota DPR RI Sonny Danaparamita, Ketua DPC PDIP Banyuwangi Ana Aniati, serta beberapa anggota DPRD Banyuwangi.
Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas tingginya minat generasi muda terhadap sepak bola. Ia berharap seleksi ini mampu melahirkan talenta-talenta terbaik yang bisa mengharumkan nama daerah sekaligus mempertahankan gelar juara di Soekarno Cup 2026.
“Kehadiran seleksi Soekarno Cup di Banyuwangi ini menegaskan pentingnya pembinaan usia dini sebagai fondasi kemajuan sepak bola Jawa Timur dan nasional,” ujar Ipuk.
Manajer Tim Banteng Jatim FC U-17 Daniel Rohi menambahkan, seleksi menuju Soekarno Cup 2026 akan digelar hingga akhir Maret 2026. Guna memastikan standar pembinaan berjalan optimal, tim Banteng Jatim U-17 didampingi jajaran pelatih profesional yang memiliki lisensi kepelatihan nasional, yang diperkuat dengan asisten pelatih spesialis teknik dan taktik, asisten pelatih kiper, pelatih fisik dengan pemahaman periodisasi latihan usia remaja, analis data, dan fisioterapis guna pencegahan dan penanganan cedera.
”Kekuatan ini adalah komitmen Banteng Jatim FC U-17 yang all out dalam pengembangan talenta muda sepak bola di Jatim,” ujar Daniel.
(TribunJatimTimur.com)