BOLASPORT.COM - Garudayaksa FC membuang keunggulan dan kini didekati para rival di Championship.
Garudayaksa FC belum tahu caranya mempertahankan diri di puncak klasemen.
Spirit of Garuda merupakan favorit promosi dari wilayah barat Championship 2025/26.
Klub terafiliasi Prabowo Subianto itu memuncaki klasemen sejak awal musim ini.
Namun dalam beberapa pekan terakhir, Garudayaksa menunjukkan performa mengkhawatirkan.
Dalam 12 laga awal, Feby Eka dkk sempat menikmati keunggulan nyaman di Grup Barat dengan 27 poin.
Namun dalam empat laga berikutnya, tim yang saat itu diasuh Khamid Mulyono hanya menambah tiga poin.
Hal itu membuat Adhyaksa FC dan Sumsel United semakin mendekat.
Sempat bangkit dengan dua kemenangan penutup putaran kedua, Garudayaksa kembali oleng di tangan pelatih baru.
Pelatih anyar M Ridwan didatangkan pada putaran ketiga beserta rekrutan gres pada bursa transfer.
“Saya sangat antusias memulai perjalanan baru bersama Garudayaksa FC," ucap Ridwan saat diperkenalkan.
"Mari melangkah bersama dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Namun dalam dua laga terakhir, Andik Vermansyah cs hanya meraih 1 imbang dan 1 kalah, yang berarti 1 poin.
Hal itu membuat Garudayaksa kini hanya mengoleksi 38 poin.
Hal yang paling membahayakan adalah keunggulan atas Adhyaksa kini hanya satu poin (37 poin), padahal klub Kejaksaan RI itu punya satu laga tabungan.
Jarak menuju Sumsel United pun hanya satu poin (37 poin), dan Bekasi City FC cuma dua poin (36).
Hal ini mengingatkan fans sepak bola pada Arsenal yang memiliki kebiasaan serupa di Liga Inggris.
Arsenal memiliki riwayat kolaps di pekan-pekan terakhir saat berada di puncak klasemen Liga Inggris.
Pada musim 2022/23, Arsenal besutan Mikel Arteta sempat unggul delapan poin dari Manchester City dengan lima laga sisa.
Nyatanya Manchester City-lah yang juara dengan jarak lima poin dari The Gunners!
Musim ini situasi tersebut berpotensi terulang, dengan Arsenal di puncak hanya unggul dua poin dari City.
Jika Garudayaksa menyerahkan puncak klasemen pada klub rival, mereka terancam gagal promosi.