MUI Kutuk Serangan Israel-Amerika Serikat Terhadap Iran yang Menewaskan Ali Khamenei
Adi Suhendi March 01, 2026 05:17 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk serangan militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) kemarin waktu setempat.

Terlebih serangan Israel dan Amerika Serikat itu juga berakibat pada gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Adapun pernyataan itu disampaikan melalui Tausyiah MUI tentang eskalasi serangan Israel-Amerika terhadap Iran Nomor:Kep-28/DP/-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan pada Minggu (1/3/2026).

Dalam pernyataan itu, MUI juga mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Khamenei dan mendoakannya agar mendapat tempat terbaik setelah menjadi korban kebrutalan AS dan Israel.

"MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika pada 28 Februari 2026," ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu siang.

Baca juga: Politikus PDIP Sebut Trump Biang Kerok Perang Iran Vs AS-Israel: Waktunya Indonesia Keluar dari BoP

"MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945 yaitu 'ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," sambungnya.

Selain itu, Anwar juga merespons soal serangan yang dilakukan Iran ke pangkalan Militer Amerika Serikat yang berbasis di beberapa negara timur tengah.

Menurut dia, apa yang dilakukan Iran merupakan serangan balasan atas apa yang dilakukan Israel dan Amerika.

Baca juga: PBNU Prihatin Perang Iran Vs AS-Israel, Gus Ipul: Jangan Sampai Meluas Jadi Krisis Global

"Serangan balasan Iran ini dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional. Karena itu untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan pasal 2 ayat 4 Deklarasi PBB," kata dia.

Motif AS

Anwar juga menduga bahwa motif serangan yang dilakukan Israel dan Amerika terhadap Iran disinyalir sebagai upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan.

Tak hanya itu serangan kedua negara tersebut Iran diyakini Anwar juga untuk membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

"Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina," jelasnya.

Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Akibatnya, Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pun gugur dalam serangan yang dilancarkan kedua negara bersekutu tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.