Guru Besar UI Beri Saran Prabowo Sikapi Perang Iran dengan Amerika-Israel, Tak Buru-buru ke Teheran
Febriana Nur Insani March 01, 2026 06:07 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terjadi pada Sabtu (28/2/2026).

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Bahkan, putri, menantu, hingga cucunya juga tidak selamat.

Kondisi jasad Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan terkena pecahan proyektil di antara puing-puing bangunan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan sendiri kabar kematian Khamenei lewat unggahan di Instagramnya.

Ia menyebut pria berusia 86 tahun itu sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah meninggal. 

Ini bukan hanya keadilan untuk rakyat Iran, tetapi untuk semua rakyat Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau disiksa oleh Khamenei dan gengnya yang kejam.

Dia tidak dapat menghindari intelijen kami dan sistem pelacakan yang sangat canggih, dan bekerja rapat dengan Israel, tidak ada yang bisa dia, atau pemimpin lain yang dibunuh bersamanya, lakukan," papar Trump.

Pemerintah Iran lantas menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan seluruh aktivitas negara selama 7 hari.

Untuk sementara waktu, tanggung jawab kepemimpinan tertinggi akan diemban Presiden Iran, Ketua Pengadilan, dan anggota Dewan Wali Iran.

Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog antara Iran dengan Amerika Serikat.

Prabowo bahkan bersedia bertolak ke Teheran. Namun hal tersebut mendapat respons beragam dari beberapa pihak.

Baca juga: AS-Israel Serang Iran hingga Tewaskan Khamenei, Prabowo Bersedia ke Teheran untuk Fasilitasi Mediasi

AS-ISRAEL SERANG IRAN - Amerika Serikat dan Israel serang Iran hingga tewaskan Ayatollah Ali Khamenei sang pemimpin tertinggi. Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersedia bertolak menuju Teheran, Iran, demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif.
AS-ISRAEL SERANG IRAN - Amerika Serikat dan Israel serang Iran hingga tewaskan Ayatollah Ali Khamenei sang pemimpin tertinggi. Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersedia bertolak menuju Teheran, Iran, demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif. (Instagram @presidenrepublikindonesia)

Pandangan Guru Besar Hukum Internasional UI

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, meminta Presiden Prabowo Subianto tidak terburu-buru bertolak ke Teheran, Iran, untuk berperan sebagai juru damai.

Hal ini disampaikan Hikmahanto merespons keinginan Prabowo menjadi mediator konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) pasca-serangan gabungan Israel dan AS ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Menurut Hikmahanto, momentum saat ini dinilai belum tepat untuk melakukan diplomasi damai.

"Bila Presiden mau jadi juru damai sebaiknya tidak sekarang," kata Hikmahanto kepada Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026).

Hikmahanto menilai, upaya damai sebaiknya dilakukan ketika konflik sudah berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sebab, pada fase tersebut, peran mediator sangat dibutuhkan secara psikologis oleh negara-negara yang bertikai.

"Sebaiknya tunggu bila perang ternyata akan selesai untuk jangka waktu yang lama, karena saat itu juru damai dibutuhkan untuk menyelamatkan muka negara-negara yang berkonflik," ujar Hikmahanto.

Mantan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini menyebut, dalam situasi perang yang berlarut, negara yang bertikai biasanya enggan mengakui kekalahan secara terbuka.

Baca juga: 5 Calon Pengganti Ali Khamenei, dari Anaknya hingga Ulama Besar Garis Keras!

AYATOLLAH ALI KHAMENEI TEWAS - Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban
AYATOLLAH ALI KHAMENEI TEWAS - Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban (Kremlin)

"Mereka tidak mau dikatakan kalah dan karenanya menerima proposal damai," ungkapnya. 

Sebaliknya, kata Hikmahanto, jika Prabowo masuk saat eskalasi serangan baru saja terjadi seperti saat ini, upaya tersebut diprediksi akan mengalami penolakan.

"Kalau sekarang terlalu dini dan tidak akan diterima oleh para pihak yang berkonflik," tuturnya.

Adapun Kesediaan Prabowo menjadi mediator disampaikan melalui akun X resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (@Kemlu_RI).

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.

Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran.

(TribunTrends.com)(Tribunnews.com/Fersianus Waku)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.