Aksi Heroik Rijono Seret Mertua Keluar Rumah yang Terbakar di Semarang Tak Mampu Selamatkan Nyawa
rival al manaf March 01, 2026 06:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebakaran melanda sebuah rumah seluas sekitar 7x15 meter di Jalan Dr Wahidin, tepat di samping gang Jalan Karang Panas, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Minggu (1/3/2026) pagi. 

Hampir seluruh bagian bangunan hangus, rangka rumah, atap, sofa, dua sepeda, hingga tabung gas dan barang-barang warung di bagian depan seusai terbakar. 

Garis polisi membentang di bagian luar rumah sebagai tanda penyelidikan masih berlangsung.

Di balik kepulan asap pekat itu, terdapat kisah detik-detik perjuangan seorang menantu menyelamatkan mertuanya yang terjebak di dalam kamar.

Baca juga: BREAKING NEWS Lansia 94 Tahun Tewas dalam Kebakaran, Diduga Akibat Puntung Rokok

Baca juga: Diskon Tarif Tol Mudik dan Balik Lebaran 2026 Lebih Besar Dari Tahun Lalu, Catat Tanggalnya

Korban diketahui bernama Remigius Wahyono (94). 

Dia meninggal dunia diduga akibat luka bakar dalam peristiwa tersebut. 

Sementara itu, sang menantu, Rijono Subroto (63), menjadi saksi sekaligus orang pertama yang berusaha melakukan penyelamatan.

Teriakan Warga

HANGUS - Kondisi bagian dalam rumah di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang tampak hangus seusai ludes terbakar akibat terbakar, Minggu (1/3/2026) pagi. Korban, Remigius Wahyono (94), ditemukan mengalami luka bakar setelah api diduga berasal dari kamar tidurnya.
HANGUS - Kondisi bagian dalam rumah di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang tampak hangus seusai ludes terbakar akibat terbakar, Minggu (1/3/2026) pagi. Korban, Remigius Wahyono (94), ditemukan mengalami luka bakar setelah api diduga berasal dari kamar tidurnya. (TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana)

Pagi itu, cerita Rijono, mertuanya tidur sendirian di kamar depan, sementara dia dan istrinya beristirahat di kamar belakang.

“Biasanya habis sahur saya terjaga sambil menunggu pagi untuk bekerja, karena ini Minggu, saya istirahat sama istri di kamar belakang.

Di rumah sedang ada bertiga,” ujar Rijono kepada Tribunjateng.com.

Tiba-tiba teriakan warga membuyarkan suasana.

“Saya dengar warga teriak kebakaran hingga saya keluar, warga sudah di depan rumah mematikan sekering listrik. 

Lalu saya lihat dinding kamar mertua saya sudah terbakar,” kata dia.

Tanpa banyak pikir, Rijono mencoba menyiram api. 

Namun kobaran sudah terlalu besar.

“Saya pikir tidak mungkin langsung padam, akhirnya saya masuk ke kamar mertua saya. Kasur sudah terbakar, mertua saya sudah di lantai,” lanjut dia.

Diseret Keluar, Sempat Bernapas

Di tengah asap yang menyesakkan, Rijono nekat masuk lebih dalam.

“Saya berupaya mengeluarkan mertua saya, saya seret, saya tarik sampai ke ruang tamu. Waktu itu (korban) masih bernapas,” katanya.

Dengan bantuan warga, korban kemudian dibawa keluar lewat pintu belakang dan dibaringkan di teras tetangga. Namun waktu menjadi musuh.

“Karena saya kelamaan menghirup asap, saya pusing, tidak bisa berpikir apa-apa,” ujar Rijono.

Dia sendiri mengalami lecet dan sebagian tubuhnya terkena panas dari barang-barang yang terbakar. 

Sementara istrinya berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih mungkin diselamatkan.

Plt Lurah Jatingaleh, Suprapto, membenarkan peristiwa tersebut.

“Tadi ada sekitar sembilan mobil pemadam kebakaran yang datang, unitnya datang bergantian, satu dari pos Jatingaleh. 

Korban informasinya masih ada denyut nadi, tapi setelah dicek tim medis sudah meninggal. 

Polisi dan TNI sudah ke sini dan masih melakukan penyelidikan,” jelas dia. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.