PASCA Temuan Potongan Tubuh, Situasi Pantai Ketewel Sepi Aktivitas, Warga Harap Pelaku Tertangkap!
Anak Agung Seri Kusniarti March 01, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pantai Ketewel di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali memiliki bentangan yang luas, melintasi berbagai wilayah. Beberapa kawasan pantai selama ini menjadi tujuan wisata lokal, seperti di kawasan Cucukan. 

Namun di ujung timur Pantai Ketewel, tepatnya di muara Sungai Wos wilayah Banjar Keden, Desa Ketewel situasinya lengang. Tidak ada aktivitas wisata. Bahkan sebuah warung penjual kopi pun tidak ada. Di mana biasanya hampir di semua pantai di Gianyar terdapat warung, yang biasanya di singgahi para nelayan. 

Hal tersebut diduga, karena di areal pantai ini berada di dalam Setra Desa Adat Ketewel, yang dijaga kesuciannya oleh masyarakat. 

Pantauan Tribun Bali, Minggu 1 Maret 2026, yang terlihat di areal pantai ini, khususnya di pantai tempat penemuan potongan kepala, dan bagian tubuh lainnya dugaan korban mutilasi, hanya terlihat beberapa pemancing. 

Baca juga: JENAZAH Dek Wati Akan Tiba Rabu Mendatang, Pemerintah Fasilitasi Ambulance Mendiang PMI ke Jembrana!

Baca juga: MISTERI Potongan Tubuh di Ketewel, Polisi Sebut Mutilasi, Uji Cocok DNA dengan WNA Ukraina Hilang

EVAKUASI - Penemuan potongan tubuh di Pantai Ketewel menemukan titik terang. Polda Bali sudah menetapkan 6 WNA Ukraina sebagai DPO.
EVAKUASI - Penemuan potongan tubuh di Pantai Ketewel menemukan titik terang. Polda Bali sudah menetapkan 6 WNA Ukraina sebagai DPO. (Tribun Bali/ISTIMEWA)

Meski demikian, para pemancing ini berharap misteri potongan tubuh tersebut bisa segera terpecahkan. Sebab potongan tubuh tersebut tentu memiliki keluarga, yang mengharapkan kepulangannya ke rumah. 

"Semoga polisi bisa mengungkap kasus ini, dan menangkap pelakunya. Bagaimana pun, korban merupakan seorang manusia yang tentunya memiliki keluarga," ujar Ketut Selamat, seorang pemancing.

Seorang warga Ketewel, Ni Nyoman Remi mengatakan bahwa setiap harinya pantai di kawasan paling timur Desa Ketewel ini memang sepi dari aktivitas warga.

Aktivitas adat biasannya hanya terjadi saat ada kematian atau piodalan di Pura Dalem, Prajapati dan pura lainnya yang ada di areal ini. 

"Ya, biasanya sepi, palingan kalau ada acara kematian atau piodalan saja kami ke sini, karena lokasinya jauh dari tempat tinggal kami," ujarnya saat ditemui hendak menggelar prosesi kematian di Setra Adat Ketewel.

Terkait adanya potongan tubuh manusia, kata Remi, dirinya hanya mendengar dari penuturan warga, dan ia pun tak mengetahui titik ditemukannya potongan tubuh tersebut. Sebagai seorang ibu, iapun berharap kasus ini bisa cepat terungkap.

"Semoga pelaku cepat tertangkap, kasihan orangtua yang anaknya meninggal dengan cara yang sadis," ujarnya. (weg)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.