TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau diminta untuk mendorong penyegeraan pelaksanan Musyawarah Olahraga Provisi (Musorprov) KONI Riau tahun 2026. Mengingat pembinaan cabang olahraga (cabor) harus secepatnya berjalan.
Desakan tersebut disampaikan Pembina, pelatih Senior, Ahmad Marcos. Kepada Tribunpekanbaru.com, Marcos membeberkan, kondisi saat ini cabor tidak ada kepastian perihal program yang akan mereka laksanakan.
Lebih jauh lagi tentu saja pelatih dan atlet yang jadi ujung tombak justru makin tersia-siakan. Padahal mereka inilah yang sejatinya mendapat perhatian lebih.
Kenyataan ini diakibatkan belum adanya kepastian siapa Ketua KONI Riau yang baru. Prosesnya tengah berlangsung lewat tugas dari tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) pemilihan Ketua KONI .
Meski sudah diumumkan bahwa ada dua calon yang lolos verifikasi dan akan maju pada Musorprov, namun masih ada saja suara protes yang mengakibatkan proses pemilihan ketua KONI Riau kian sengkarut.
"Sudahlah, cabor sudah menderita. Kapan lagi waktunya pembinaan dilakukan. Kita sibuk dengan dukungan demi mendapatkan jabatan. Fikirkan bagaimana olahraga Riau ini maju," tegas Marcos.
Ia mengatakan jika memang sudah ada dua calon yang dinyatakan maju pada Musorprov, maka segera dilaksanakan.biar nanti di Musorprov ketahuan siapa yang mendapat amanah. "Kalau bisa Musorpov dipercepat. Saya minta Plt Gubernur Riau untuk mendorong Pelaksana Musorprov segera mungkin," ujar Marcos.
Marcos menyebutkan, jangan lagi saling menyalahkan dan lapor-lapor lagi sampai ke KONI pusat. "Saya tidak berpihak pada salah satu calon. Saya hanya ingin perubahan. Terutama untuk kemajuan Olahraga Riau. Jadi baiknya masing-masing kita jentelmen saja. Nanti akan tampak profesional. Jadi biarkan calon nantinya ditentukan lewat Musorprov," terang Marcos.
Marcos yang merupakan sosok senior di KONI Riau ini meminta untuk semua pihak yang terlibat pada perkembangan olahraga di Riau untuk membuka mata.
"Sejak tahun 89 saya sudah di KONI Riau. Sudah berapa kepemimpinan. Makin kesini malah makin tak jelas. Untuk pemilihan ketua KONI saja sampai berliku-liku. Kita butuh kepastian, pembinaan yang berkelanjutan. Jadi itu mestinya segera dilaksanakan," ungkap Marcos
Semua Pihak Harus Berubah
Ahmad Marcos mengimbau semua pihak yang terlibat pada kemajuan olahraga di Riau untuk bersikap profesional.
Mulai dari KONI Riau, KONI kabupaten Kota, Pengurus Provisi (pengprov), Dispora dan semua pihak lainnya agar membuka mata.
Dikatakan Marcos, keberadaan pelatih dan atlet merupakan ujung tombak. Orang yang bertungkus lumus bersusah payah untuk mendapatkan prestasi.
Harusnya mereka inilah yang mendapat perhatian. Jadi, harusnya perhatian pada olahraga di Riau jelas sasarannya
"Cabor yang menderita. Pelatih dan atlet yang main terpuruk ketika tidak ada kejelasan perhatian. Pengurus KONI kabupaten Kota, Pengprov berlakulah profesional. Jangan mencari celah untuk memanfaatkan keuntungan pribadi saja dengan asal tunjuk pengurus. Nanti pelatih dan atlet yang menderita," papar Marcos
Marcos juga mendesak Plt Gubernur Riau untuk memperhatikan kesejahteraan atlet . Salah satunya soal bonus pon Aceh-Sumut tahun 2024 lalu.
Menurut Marcos, atlet telah menantikan bonus yang telah dijanjikan tersebut. Bonus itu sejatinya sudah dibayarkan sebagian. Sebagian lagi akan dibayarkan tahun. 2026 ini.
"Nah, harusnya KONI mendorong itu. Bukan sibuk dengan urusan pribadi. Apakah kami sebagaj cabor, pelatih dan atlet harus melakukan perlawanan lagi. Plt Gubernur Riau harus melihat penderitaan para atlet,", pungkas Marcos.
Hal itu disampaikan oleh anggota TPP, M Yasir, Rabu (25/2/2026). Dalam kesempatan itu disebutkan Edi Basri dan Iskandar Hoesin dua calon yang lolos verifikasi syarat.
Selanjutnya keduanya akan bertarung pada Musorprov KONI Riau nanti. Namun, pengumuman tersebut justru mendapat perhatian serius Ketua TPP, Khairul Fahmi.
Kepada Tribunpekanbaru.com, Fahmi mengatakan jika dirinya tidak diundang pada kegiatan pengumuman.
Karena ia nilai apa yang dilakukan anggota TPP non prosedural, ia berinisiatif melaporkanya ke KONI pusat. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)