Mencicipi Kolak Viral Mangga Besar, Ludes Sebelum Buka Puasa-Omzet Tembus Rp 3 Juta per Hari
Dwi Rizki March 01, 2026 09:31 PM

WARTAKOTALIVE.COM, TAMANSARI - Pedagang kolak musiman di kawasan Mangga Besar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, selalu diserbu pembeli saat bulan suci Ramadan.

Setiap tahunnya, kolak tersebut menjadi buruan warga dan ludes terjual hanya dalam hitungan jam.

Lapak pedagang berada di atas trotoar dekat salah satu kantor Bank Jabar dan Banten (BJB), tepatnya sebelum kolong rel kereta api Mangga Besar.

Pedagang kolak bernama Tri berjualan menggunakan gerobak berukuran sedang. Di atasnya tertata panci-panci berisi aneka kolak, seperti biji salak, pisang, labu, ubi, singkong, kolang-kaling, pacar cina, sagu rangi, hingga tape.

Sejak pukul 15.00 WIB, Tri sudah membuka lapaknya. Tak lama kemudian, pembeli mulai mengantre.

“Biasanya habis pukul 17.00 WIB, paling lama 17.30 WIB. Sebelum buka puasa sudah ludes,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Berkah untuk Ojek Online, Dompet Dhuafa Sasar 1447 Motor Ojek Online untuk di Servis Gratis

Dalam sehari, Tri membawa sekitar 400 porsi kolak yang dijual seharga Rp20.000 per bungkus.

Sejak kolaknya viral pada 2021, ia bersyukur dagangannya selalu menjadi pilihan warga Jakarta dan habis terjual setiap Ramadan.

“Banyak juga yang kehabisan karena datangnya kesorean,” katanya.

Tri menilai harga tersebut sepadan dengan porsi dan kualitas bahan yang digunakan. Ia memastikan hanya memakai bahan baku terbaik agar pelanggan puas.

“Dari dulu ukurannya segitu. Enggak boleh dinaikkan atau diturunkan porsinya. Sudah pas,” ungkapnya.

Dalam sehari, ia bisa meraup omzet minimal Rp2 juta hingga sekitar Rp3 juta.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kini Tri mempekerjakan empat anggota keluarganya dari Kuningan untuk membantu melayani pembeli. Sebelumnya, ia hanya dibantu dua hingga tiga orang.

“Biar antreannya enggak lama. Kasihan kalau sampai rumah sudah mepet waktu berbuka. Mereka masih satu keluarga, dari Kuningan,” jelasnya.

Salah satu pelanggan, Fenti, mengaku sudah tiga tahun menjadi langganan karena porsinya cukup untuk dinikmati bersama keluarga.

“Rasanya enak banget. Isinya enak, kuahnya juga enak dan enggak bikin sakit tenggorokan. Jadi ketagihan, tiap puasa kalau pulang kerja pasti mampir,” tuturnya.

Fenti mengaku belum menemukan kolak seenak buatan Tri selama Ramadan.

“Saya mau beli empat, tapi sudah habis. Jadi cuma dapat tiga bungkus saja, Rp20.000 per porsi,” pungkasnya. (m26)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.