Siapa Ayatollah Ali Khamenei? Ini Profil Pemimpin Tertinggi Iran dan Sosok Calon Kuat Penggantinya
Dedy Qurniawan March 01, 2026 09:37 PM

BANGKAPOS.COM – Dunia internasional digemparkan dengan kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026).

Banyak yang bertanya, siapa Ayatollah Ali Khamenei sebenarnya?

Mengapa sosoknya begitu sakral bagi Republik Islam Iran dan bagaimana pengaruhnya di kancah global?

Profil dan Jejak Hidup Ayatollah Ali Khamenei

Lahir pada 17 Juli 1939 di Mashhad, Ali Khamenei adalah anak kedua dari delapan bersaudara.

Ia tumbuh di bawah bayang-bayang rezim sekuler Shah Mohammad Reza Pahlavi yang saat itu mencurigai gerakan keagamaan.

Berikut adalah poin utama perjalanan hidup Ali Khamenei:

  • Ulama Sejak Dini: Khamenei telah menjadi ulama pada usia 11 tahun. Ia kerap diejek karena seragam ulamanya saat bermain di jalanan Mashhad.
  • Tokoh Revolusi 1979: Ia merupakan orang kepercayaan Ayatollah Ruhollah Khomeini dalam menggulingkan dinasti Pahlavi.
  • Presiden ke-3 Iran: Sebelum menjadi Pemimpin Tertinggi, ia menjabat sebagai Presiden Iran pada 1981 setelah pembunuhan Mohammad-Ali Rajai.
  • Pemimpin Tertinggi (Rahbar): Menjabat sejak 1989 menggantikan Khomeini, ia memegang kekuasaan mutlak atas militer, peradilan, dan kebijakan luar negeri Iran selama 37 tahun.

Khamenei dikenal sebagai pria pendiam penyuka puisi yang pernah masuk dalam daftar "Orang Paling Berpengaruh di Dunia" versi Forbes. Bagi rakyat Iran, ucapannya adalah titah yang tak terbantahkan.

Detik-Detik Serangan dan Ketegangan Timur Tengah

Serangan yang menewaskan Khamenei terjadi di dekat kantornya di Teheran menyusul kegagalan negosiasi nuklir antara AS dan Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan serangan tersebut dilakukan untuk menghilangkan ancaman langsung.

Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan rudal dan drone ke Markas Armada Kelima AS di Bahrain, pangkalan di Qatar, UEA, serta target militer di Israel.

Saat ini, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung nasional.

Suksesi: Siapa Pengganti Ali Khamenei?

Wafatnya Khamenei memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan Iran.

Empat skenario membayangi negara ini:

  • Kepemimpinan Kolektif: Konsolidasi IRGC dengan figur ulama simbolis.
  • Perebutan Kekuasaan: Faksi internal IRGC vs para pemuka agama.
  • Pemberontakan Rakyat: Potensi perlawanan sipil terhadap rezim.
  • Keruntuhan Negara: Skenario ekstrem yang diantisipasi negara tetangga.

Seyyed Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, muncul sebagai kandidat kuat.

Seyyed Mojtaba Khamenei calon kuat pengganti Ali Khamenei
Seyyed Mojtaba Khamenei

Mojtaba dikabarkan telah disiapkan selama dua tahun terakhir sebagai penerus.

Meskipun keputusan akhir berada di tangan Majelis Pakar (lembaga berisi 88 ulama senior), dukungan terhadap Mojtaba di kalangan elit intelijen dan militer dilaporkan sangat kuat.

Signifikansi Jabatan Pemimpin Tertinggi Iran

Posisi Rahbar bukan sekadar jabatan politik, melainkan otoritas keagamaan tertinggi yang setara dengan posisi Paus di Vatikan dalam konteks tata negara.

Ia adalah Panglima Tertinggi angkatan bersenjata yang memiliki kata akhir atas segala kebijakan negara.

Kematian Ali Khamenei menandai berakhirnya sebuah era panjang di Iran dan membuka babak baru bagi stabilitas keamanan di Timur Tengah. (bangkapos.com/ Tribunnews/ Tribun Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.