TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Menjelang perayaan Cap Go Meh yang akan digelar pada Selasa (3/3/2026), suasana di Kelenteng Kwan Kong, Kampung Cina, Manado, Sulawesi Utara, mulai ramai dengan berbagai persiapan.
Sebanyak 11 Tang Sin dari 9 kelenteng di Manado dipastikan akan tampil membawakan atraksi yang sering kali dianggap ekstrem oleh masyarakat awam.
Pedang dan golok yang akan digunakan oleh para Tang Sin diasah pada Minggu (1/3/2026).
Ternyata terdapat makna tersendiri yang menjadi inti dari kepercayaan umat Tridharma dalam setiap gerakan Tang Sin.
Atraksi Tang Sin, yang juga dikenal sebagai "Duta Allah", bukanlah sekadar pamer kekebalan, melainkan mengandung pesan bagi umat.
Bagi umat Tridharma, setiap gerakan yang dilakukan oleh Tang Sin saat prosesi Goan Siau memiliki simbolisme tertentu:
Memikul Dosa Umat
Aksi Tang Sin yang memukulkan pedang ke punggung secara berulang merupakan simbol visual bahwa Tuhan sedang memikul dosa-dosa umat-Nya.
Menjaga Perkataan
Atraksi mengiris lidah bukan tanpa alasan.
Gerakan ini merupakan peringatan keras bagi manusia agar senantiasa menjaga lidah dan setiap perkataan yang keluar dari mulut.
Keselarasan Alam
Saat Tang Sin menyilangkan pedang ke arah kiri dan kanan, itu adalah lambang dari keselarasan antara Yin dan Yang, menjaga keseimbangan di semesta.
Selain atraksi fisik, kehadiran Tang Sin di Kelenteng Kwan Kong juga membawa misi pemberkatan.
Dalam pengamatan di lokasi, beberapa umat, termasuk anak-anak, mendapatkan sentuhan khusus untuk keperluan penyembuhan.
Tang Sin tampak membubuhkan kuas ke bagian tubuh umat sebagai bentuk restu dan pembersihan.
Ketua PTITD Manado, Ridwan Sanyoto, menegaskan pentingnya sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong yang dilakukan dua hari sebelum puncak Cap Go Meh ini.
"Kongco Kwan Kong membersihkan segala dosa manusia serta memberikan rezeki, kemuliaan serta kemakmuran bagi umat," ungkap Ridwan.
Cap Go Meh adalah perayaan yang menandai akhir dari seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek, tepatnya pada hari ke-15 bulan pertama kalender lunar.
Istilah ini berasal dari dialek Hokkien: Cap (sepuluh), Go (lima), dan Meh (malam), yang secara harfiah berarti malam kelima belas.
Pada tahun 2026, puncak perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili jatuh pada hari Selasa, 3 Maret 2026.
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK