Siapa Ali Larijani? Politikus Senior yang Disebut Berpeluang Kendalikan Iran
Wawan Akuba March 02, 2026 06:47 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Nama Ali Larijani mulai banyak diperbincangkan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan Amerika Serikat dan sekutunya.

Di tengah ketidakpastian politik yang melanda Teheran, Larijani dinilai sebagai salah satu figur berpengaruh yang berpotensi memainkan peran penting dalam menentukan arah kekuasaan Iran ke depan.

Larijani bukan orang baru dalam lingkaran elite Republik Islam. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran selama lebih dari satu dekade dan dikenal memiliki pengalaman luas dalam isu keamanan nasional serta diplomasi internasional.

Pria berusia 67 tahun itu juga pernah memimpin lembaga penyiaran nasional Iran, menjabat Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam, serta menjadi anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Baca juga: Breaking News: Media Iran Konfirmasi Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei

Dalam kapasitas tersebut, ia terlibat dalam berbagai kebijakan strategis, termasuk negosiasi terkait program nuklir Iran dengan negara-negara Barat.

Selain itu, Larijani memiliki latar belakang di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), lembaga militer yang selama ini menjadi pilar penting dalam struktur kekuasaan Iran.

Keterlibatan ini membuatnya dinilai memahami keseimbangan antara kepentingan sipil dan militer.

Pengaruh Keluarga yang Kuat

Kekuatan Larijani juga kerap dikaitkan dengan jaringan keluarganya. Ayahnya merupakan ulama terkemuka, sementara salah satu saudaranya pernah menjabat kepala lembaga peradilan dan duduk di badan konstitusional penting.

Sejumlah pengamat menyebut keluarga Larijani sebagai salah satu jaringan elite paling berpengaruh di Iran.

Faktor ini dinilai memperkuat posisi politik Ali Larijani, terutama dalam situasi krisis seperti saat ini.

Mengapa Namanya Mencuat?

Dalam sistem politik Iran, pemimpin tertinggi dipilih oleh Majelis Ahli sesuai konstitusi.

Namun, dalam kondisi darurat dan tekanan eksternal, figur yang memiliki pengalaman panjang serta jaringan luas sering kali menjadi pilihan untuk menjaga stabilitas.

Larijani dinilai memiliki karakter politik yang relatif moderat dibanding sebagian tokoh garis keras lainnya.

Ia juga dikenal mampu menjembatani kepentingan berbagai faksi di dalam negeri.

Beberapa laporan internasional menyebut bahwa sebelum wafat, Khamenei telah menyiapkan skenario keberlanjutan sistem politik Iran.

Larijani disebut-sebut termasuk dalam lingkaran figur yang dipercaya untuk menjaga kesinambungan tersebut.

Masa Depan Masih Terbuka

Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan memegang kendali penuh di Iran.

Namun, jika krisis ini berlanjut, Ali Larijani diperkirakan akan menjadi salah satu tokoh kunci dalam proses transisi kekuasaan.

Apakah ia akan benar-benar mengambil peran sentral atau hanya menjadi pengendali dari balik layar, masih menjadi tanda tanya.

Yang jelas, dinamika politik Iran saat ini tengah memasuki fase paling krusial dalam beberapa dekade terakhir. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.