Rumah dan Warung Terbakar di Lubuk Buaya Padang, Damkar: Kerugian Rp400 Juta
Rezi Azwar March 02, 2026 07:47 AM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sebuah rumah dan warung terbakar di Jalan Pagaruyung, RT 02/RW 05, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (2/3/2026).

Informasi yang dihimpun TribunPadang.com, diketahui kebakaran menghanguskan dua bangunan, yaitu satu unit rumah dan satu unit warung.

Musibah kebakaran ini terjadi tepatnya di Jalan Pagaruyung atau di sebelah Kampus Universitas Negeri Padang yang ada di kawasan Lubuk Buaya.

Baca juga: Wali Kota Fadly Amran Targetkan Pasar Raya Padang Jadi Pusat Dagang Modern, Bakal Mirip Malioboro

Dua unit bangunan tersebut terbakar saat masyarakat sedang menikmati santapan sahur agar dapat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi, menyebut, pihaknya menerima laporan pada pukul 04.43 WIB.

Usai menerima laporan adanya kejadian kebakaran dengan alamat yang lengkap. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang langsung mengerahkan petugas dan mobil damkar ke lokasi kejadian kebakaran.

Armada yang paling dahulu dikerahkan adalah dari Pos 3 Koto Tangah. Beruntung, proses pemadaman telah selesai dilaksanakan dan api sudah dinyatakan padam.

Baca juga: Warga BBI Kuranji Gelar Bazar Ramadan, Wali Kota Padang Fadly Amran Puji Pengelolaan Sampah Warga

"Untuk api sudah berhasil dipadamkan, proses pemadaman berlangsung hingga pukul 04.51 WIB," ujar Rinaldi.

Setelah dilakukan pendataan, kebakaran ini mengakibatkan satu unit rumah dan satu unit warung mengalami rusak ringan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran ini, dan api berhasil dipadamkan sehingga tidak menyebar ke bangunan lainnya.

Hal itu dikarenakan lokasi kebakaran yang padat perumahan, masyarakat ramai, dan akses jalan yang sempit.

Baca juga: Ekonomi Global Terguncang Dampak Konflik Israel-Iran, Barang Lokal Justru Aman dari Kenaikan Harga

"Untuk proses pemadaman, kami menurunkan sebanyak lima unit armada. Kemudian kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta," katanya.

Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui dan diserahkan kepada pihak berwajib.

"Namun, berdasarkan keterangan saksi di lapangan. Saksi melihat api dan asap muncul dari belakang rumahnya," sebutnya.

Rinaldi kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran.

Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan aliran listrik, kompor, dan kegiatan yang dapat menyebabkan kebakaran.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.