Upaya Menjaga Kelestarian Alam Daerah Hulu, Bupati Bangli Pimpin 4.125 Orang Aksi Bersih Lingkungan
Putu Dewi Adi Damayanthi March 02, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kabupaten Bangli, Bali selama ini dikenal sebagai esensi kehidupan Bali bagian selatan. Sebab merupakan daerah pemasok air hingga udara bersih. 

Daerah kelahiran Pahlawan Kapten Mudita ini masih hijau dengan banyaknya aliran sungai berair jernih.

Namun seiring perkembangan zaman dan belum terpatrinya budaya tak buang sampah sembarangan di banyak oknum masyarakat, menyebabkan banyak sungai ataupun kawasan hijau dicemari oleh sampah.

Dalam mengembalikan kebersihan lingkungan tersebut, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati I Wayan Diar memimpin langsung Gerakan Serentak Bali Resik Sampah di seluruh wilayah Bangli, Minggu 1 Maret 2026. 

Baca juga: PERUMDA Tirta Mangutama Sudah Mulai Tuntaskan Masalah Air Bersih di Badung Selatan

Aksi gotong royong ini difokuskan pada pembersihan lingkungan sungai, saluran air (salter), dan drainase sebagai upaya menjaga kelestarian alam di daerah hulu.

Dalam memastikan gerakan ini berjalan sesuai harapan, Sedana Arta pun melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bangli, serta melibatkan TNI dan Polri. 

Dalam memberikan edukasi pada generasi, sehingga kegiatan ini juga melibatkan sekolah-sekolah, serta PKK di tingkat banjar.

Dalam laporannya Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan visi Bangli yang BISA (Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri).

Berdasarkan data laporan kegiatan, yang tercatat sebanyak 4.125 orang turut serta dalam aksi ini. 

Rinciannya , dari sektor OPD Pemkab  Bangli sebanyak 2.435 orang, Perangkat Desa dan Kelurahan sebanyak 1.110 orang, BUMD dan BUMN di Bangli sebanyak 220 orang, pelajar  dari tingkat SD, SMP, SLTA sebanyak 360 orang.

"Kami ingin peran serta masyarakat tidak hanya sesaat, tapi menjadi budaya. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama untuk masa depan Bangli yang lebih baik," ujar Sekda.

Adapun dalam kegiatan ini, aksi bersih-bersih di kawasan perkotaan Bangli dipusatkan di beberapa titik strategis, antara lain di kawasan bawah jembatan Seganing dan Pura Petirtaan Toya Laka, Banjar Kawan, Salter Dalem Purwa hingga Pura Masceti, kawasan Barat Kantor MDA Bangli, hingga drainase di sekitar RSJ dan SDN 3 Kawan, Salter di sepanjang Jalan Serma Meranggi, kawasan Catus Pata Alun-alun Bangli, hingga wilayah Bebalang (Patung Adipura ke selatan).

Selain di pusat kota, para Camat, Kepala Desa, dan Lurah juga mengoordinasikan gerakan serupa di wilayah masing-masing sesuai kondisi lingkungan setempat.

Dalam arahannya, Bupati Sedana Arta menekankan bahwa isu sampah adalah prioritas mendesak bagi Bali, terutama untuk mendukung sektor pariwisata. 

Sebagai daerah hulu yang menjadi sumber air dan udara bersih bagi Pulau Dewata, Bangli memiliki tanggung jawab moral yang besar.

"Bangli adalah daerah penghasil air dan udara bersih. Kita ingin posisi ini tetap terjaga. Ini bukan sekadar beban, tapi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan lingkungan agar Bangli jauh lebih asri dan nyaman," ujar Bupati Sedana Arta.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini akan berlanjut secara masif. Jika hari ini fokus pada sungai dan pemukiman, pada 8 Maret mendatang, aksi serupa akan difokuskan secara serempak di kawasan Danau Batur.

Ada hal menarik yang ditegaskan Bupati dalam kesempatan tersebut. Yakni meminta masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pembuang sampah ilegal, terutama yang berasal dari luar Kabupaten Bangli.

"Jika menemukan oknum, terutama dari luar daerah, yang kedapatan membawa dan membuang sampah di wilayah Bangli, baik itu di TPA maupun di jurang-jurang desa, segera laporkan ke dinas terkait. Jangan sampai Bangli dijadikan tempat pembuangan sampah dari kabupaten lain," tegasnya.

Bupati Sedana Arta mengatakan, gerakan ini juga menyasar sektor pendidikan dan domestik. 

Pihak sekolah diinstruksikan untuk melakukan pembersihan di lingkungan sekolah dan drainase sekitar dengan melibatkan siswa guna menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini.

Sementara itu, Tim Penggerak PKK juga bergerak serentak di tingkat banjar-banjar di seluruh Bali, yang ditandai dengan suara kulkul PKK sebagai simbol dimulainya aksi bersih-bersih dari lingkungan pekarangan rumah masing-masing. (weg)

Soroti Bangunan Langgar Sempadan

Sementara aksi serupa juga dilakukan Pemkab Buleleng, Minggu 1 Maret 2026, yang dipusatkan di kawasan pesisir Kelurahan Kampung Baru. 

Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna dan Sekda Gede Suyasa. 

Aksi bersih pantai melibatkan Forkompimda, organisasi masyarakat, serta warga setempat.

Selain di Kelurahan Kampung Baru, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah titik pesisir lainnya, yakni lingkungan Kubujati, Pantai Penarukan, Pantai Kayubuntil hingga Pantai Skip, Pantai Camplung hingga Pantai Penimbangan, Pantai Pemaron hingga Pantai Happy, serta Pantai Anturan hingga Pantai Binaria.

Pada kesempatan itu, Bupati bersama Forkompimda juga meninjau permukiman di sepanjang pesisir. 

Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah bangunan semi permanen yang berdiri di sepadan pantai serta adanya usaha yang membuang limbah langsung ke pantai.

"Kami akan memberikan imbauan kepada pemilik bangunan dan pelaku usaha. Kalau imbauan tidak diikuti, tentu kami akan mengambil langkah penindakan sesuai aturan yang berlaku," tegasnya. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.