Kemenhaj Minta Tunda Keberangkatan Umrah, Ini Kabar 9.400 Jemaah Jatim di Tanah Suci
Titis Jati Permata March 02, 2026 09:04 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta semua calon jemaah umrah untuk membatalkan keberangkatan seluruh calon jemaah umrah dalam waktu dekat ini.

Para jemaah itu diminta harus menunda keberangkatan demi alasan keamanan.

Keputusan tersebut juga diperkuat dengan surat resmi dari Kementerian Luar Negeri yang juga resmi meminta penundaan keberangkatan ke daerah Timur Tengah. Menyusul makin meluasnya eskalasi konflik Timur Tengah.

Akibatnya keselamatan perjalanan ke Timur Tengah dipertaruhkan. Untuk itu Kemenlu ini pun meminta penundaan kepada  jemaah umrah yang hendak berangkat ke Arab Saudi.

Tidak hanya jamah umrah yang hendak berangkat, seluruh warga negara Indonesia yang hendak bepergian ke Timur Tengah untuk menunda.

Semua menyangkut potensi risiko keamanan keberangkatan WNI ke kawasan tersebut.

Tunda Keberangkatan Jamaah Umrah

Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim Asadul Anam menuturkan, pihaknya juga meminta seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mempertimbangkan betul risiko keselamatan jemaah.

"Kemenhaj pusat sudah resmi meminta semua jemaah umrah yang hendak berangkat ditunda dulu. Kemenhaj Jatim siap melanjutkan keputusan itu hingga sampai ke jemaah umrah melalui PPIU di Jatim," kata Anam kepada surya.co.id, Senin (2/3/2025).

Banyak Jamaah Pilih Umrah Ramadan

Momen Ramadhan bagi calon jemaah umrah menjadi saat yang paling dinantikan.

Banyak jemaah umrah lebih memilih bulan suci Ramadhan untuk berangkat ibadah umrah.

Namun saat ini kondisi keamanan Timur Tengah bisa berpotensi mengancam keamanan wilayah.

Termasuk keamanan jemaah umrah juga menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia.

Nasib 9.400 Jemaah Umrah Asal Jatim

Khusus Jatim saat ini ada sekitar 9.400 jemaah umrah sudah lebih dulu berada di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah demi momen Ramadhan.

Nasib kepulangan mereka menjadi perhatian serius. Mereka adalah jemaah umrah yang sudah lebih dulu berada di Arab Saudi.

Prioritaskan Keselamatan

Saat ini, eskalasi perang yang meluas akibat konflik global di Timur Tengah berdampak pada pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah umrah dari Jatim. Keselamatan dan keamanan mereka tetap menjadi prioritas.

Imbauan resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jemaah umrah yang saat ini di wilayah Timur Tengah tetap tenang.

Jemaah yang saat ini tertahan di Arab agar mengikuti arahan terkini dari maskapai, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), Konjen RI di Jeddah, KBRI Riyadh, dan otoritas terkait.

Anam menjelaskan, saat ini ada sekitar 9.400 jemaah umrah dari Jatim yang tengah berada di Timur Tengah. Mereka terancam tertahan di sana.

"Semoga seluruh jemaah umrah kita aman dan selamat kembali ke Tanah Air," kata Anam. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.