TRIBUNTRENDS.COM - Kelegaan dan rasa syukur menyelimuti penyanyi Raisa dan Bubah Alfian setelah mereka tiba dengan selamat di Indonesia.
Perjalanan mereka sempat terhambat di Bandara Dubai akibat kekacauan yang melanda kawasan Timur Tengah.
Penerbangan akhir pekan lalu hampir gagal dilanjutkan karena serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu gangguan jalur udara di sekitar Dubai.
Dalam unggahan terbarunya di Instagram, Bubah menceritakan bahwa suasana sebelum mereka naik pesawat masih terasa biasa saja.
"Sebelum naik pesawat kami masih bisa tersenyum…
Saat mendarat, wajah sudah pucat," tulis Bubah Alfian.
Namun begitu mendarat, wajah mereka tampak pucat, menggambarkan ketidakpastian dan ketegangan yang mereka rasakan di udara.
“Alhamdulillah saya dan Yaya dalam lindungan Allah,” ujarnya dikutip pada Senin (2/3/2026).
Baca juga: Perang Israel-Amerika vs Iran Berdampak ke Indonesia, Harga BBM hingga Bahan Pokok Berpotensi Naik
"Kami terbang kurang dari satu jam sebelum semuanya terjadi," tambahnya, menegaskan rasa syukur bisa kembali ke tanah air dengan aman.
Selain itu, Bubah menyampaikan kesedihan atas kondisi dunia yang kini penuh ujian dan ketakutan.
Ia berharap keselamatan dan kedamaian segera menyelimuti dunia kembali.
Bubah juga mengajak semua pihak untuk terus memperbanyak doa dan saling menguatkan satu sama lain.
"Hati ini benar-benar sedih melihat keadaan dunia hari ini.
Begitu banyak ujian, begitu banyak ketakutan.
Ya Allah, lindungilah kami semua.
Jauhkan kami masyarakat Indonesia dari marabahaya.
Berikan keselamatan bagi siapa pun yang sedang berada dalam situasi sulit.
Semoga Tuhan segera menenangkan keadaan,
mengembalikan keamanan,
dan menurunkan kedamaian di seluruh penjuru dunia.
Peluk erat untuk semuanya.
Mari kita perbanyak doa dan saling menguatkan.." pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan AS dan Israel ke wilayah Iran memicu respons balik dari Iran.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer serta wilayah sipil di beberapa negara Teluk.
Akibatnya, banyak negara, termasuk Uni Emirat Arab, menutup atau membatasi ruang udara mereka demi alasan keselamatan penerbangan sipil.
Penutupan ruang udara dan dampak serangan ini menyebabkan ribuan penerbangan urung lepas landas atau kembali ke bandaranya.
Bandara besar seperti Dubai International Airport membatalkan seluruh penerbangan.
Data menunjukkan bahwa puluhan ribu penerbangan di seluruh dunia mengalami gangguan akibat konflik ini, termasuk pembatalan, penundaan, dan rute ulang.
(TribunTrends/Kompas)