Persipura Jayapura harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Kendal Tornado FC dalam lanjutan pekan ke-21 Liga 2 Grup Timur di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (1/3/2026) malam.
Faktor efektivitas menjadi pembeda mencolok dalam laga yang berlangsung dalam tempo tinggi tersebut.
Kekalahan ini terasa menyesakkan bagi skuad Mutiara Hitam.
Berdasarkan statistik laga, Persipura sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga 54 persen dan melepaskan 13 tembakan.
Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat dominasi tersebut sia-sia.
Sebaliknya, Laskar Badai Pantura, julukan Kendal Tornado, tampil sangat klinis.
Mereka hanya membutuhkan dua tembakan tepat sasaran untuk mencetak dua gol.
Gol pembuka tuan rumah tercipta sangat cepat, yakni pada menit ke-3 melalui aksi Kushedya Hari Yudo.
Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Persipura di awal laga, Yudo berhasil menyontek bola yang gagal diantisipasi kiper lawan.
Persipura mencoba bangkit dan mengurung pertahanan tuan rumah, namun disiplinnya lini belakang Kendal Tornado membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Persipura justru kembali bobol pada menit ke-61.
Penyerang muda Muhammad Ragil menggandakan keunggulan tuan rumah setelah memaksimalkan skema serangan balik cepat.
Tim tamu baru bisa memperkecil ketertinggalan pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+2, melalui gol debut pemain asing mereka, Williams Lugo.
Sayangnya, gol tersebut datang terlambat untuk menyelamatkan Persipura dari kekalahan.
Satu kesalahan fatal
Pelatih Kepala Persipura, Rahmad Darmawan, menilai satu kesalahan kecil di awal laga menjadi faktor penentu yang menghukum timnya.
Ia mengakui bahwa menghadapi tim dengan organisasi pertahanan yang disiplin seperti Kendal Tornado menuntut konsentrasi penuh selama 90 menit.
“Saya kira pertandingan berjalan cukup berimbang. Kedua tim sama-sama mencoba menyerang. Tapi menghadapi tim yang disiplin seperti Tornado, satu kesalahan saja bisa menjadi hukuman, dan itu yang terjadi pada kami,” ujar Rahmad usai laga.
Pelatih yang akrab disapa RD itu juga menyoroti kegagalan timnya mengonversi sejumlah peluang emas.
“Kami memiliki peluang, bahkan lebih banyak dari lawan. Sayangnya, penyelesaian akhir kami kurang maksimal. Sementara mereka mampu memanfaatkan momen dengan sangat baik,” jelasnya.
Meski menelan kekalahan, Rahmad menegaskan dirinya tetap bertanggung jawab penuh dan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh bersama staf pelatih sebelum menatap laga krusial berikutnya.
Kekalahan ini juga berdampak pada posisi Persipura di klasemen.
Skuad Mutiara Hitam kini harus turun ke peringkat keempat dengan koleksi 40 poin, digeser oleh Kendal Tornado yang naik ke posisi ketiga dengan raihan poin yang sama namun unggul head-to-head.
Bek Persipura, Markus Madjar, menyebut hasil ini sebagai alarm bagi seluruh rekan setimnya.
"Kekalahan ini harus menjadi peringatan bagi kami semua. Ke depan kami harus lebih fokus dan bekerja lebih keras agar tidak mengulangi kesalahan yang sama," ujarnya.
Persipura kini dituntut untuk segera membenahi lini serang mereka jika ingin tetap menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya di sisa musim Liga 2 2025/2026. (*)